Categories: NASIONALPOLITIK

Soal Figur Ketua DPR Pasca Novanto, Politisi PDIP ini Pilih Bamsoet

MONITOR, Jakarta – Seiring dengan perkembangan kasus dugaan korupsi e-KTP yang menjadikan Setya Novanto sebagai tersangka, sejumlah pihak mulai memiliki pandangan terkait siapa figur yang tepat menggantikan Novanto di pucuk pimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Nama-nama yang muncul sebagai calon pengganti Novanto diantaranya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera III Aziz Syamsudin, Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Titiek Soeharto dan Plt Ketua Umum Idrus Marham.

Seolah mengesampingkan tensi politik yang kian memanas di internal Golkar terkait pergantian ketua umum, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan justru menyoroti posisi Ketua DPR jika nantinya Novanto harus melepas jabatan tersebut seiring perkembangan kasus yang kini mengharuskannya mendekam di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menyandang status tersangka.

Menurut Arteria, sosok yang tepat mengisi jabatan ketua DPR tersebut adalah Bambang Soesatyo, kader Golkar yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR. Hal itu lantaran Bamsoet (sapaan akrabnya) dinilai figur Golkar yang telah teruji dan memiliki rekam jejak yang paripurna, dan terpenting adalah memiliki rekam jejak baik alias tidak tersandera oleh sejarah, sehingga dapat mempercepat implementasi parlemen baik dari sisi pencitraan maupun secara subtansial dalam kerja-kerja kedewanan.

"Ya, sepenuhnya saya serahkan ke mekanisme, aturan main dan sikap politik partai Golkar. Itu domain mereka, sekalipun diminta pendapat saya hanya mengharapkan figur ketua yang nantinya mampu meneruskan hal-hal baik yang sudah dibangun oleh Pak Novanto, sekaligus memperbaiki hal-hal yang masi dirasa kurang, termasuk memastikan spirit kedaulatan parlemen, ketimbang pencitraan. Ya pilihannya tidak banyak memang, mengingat harus dari partai Golkar. Seandainya saya harus memilih, saat ini pilihan saya jatuh pada figur Bambang Soesatyo," tutur Arteria Dahlan kepada MONITOR, Selasa (5/12).

Bukan tanpa alasan, Arteria Dahlan mengemukakan, kepemimpinan Bamsoet di Komisi III dapat menjadi tolak ukur bagaimana ia mampu meramu kepemimpinan sebagai instrumen yang manfaat. Ia juga dikatakan mampu menjaga giat komisi dengan efektifitas dengan menjaga solidaritas antar fraksi, bahkan anggota. "Sebagai ketua beliau sangat akomodatif, sensitif terhadap kepentingan dan cendrung tidak dominan, namun itu semua tidak menghilangkan leadership beliau di mata anggota. Beliau mampu mengadirkan objektivitas dan keharmonisan ditengah carut marut dan banyaknya kepentingan yang bermain,"tegas Arteria.

Terlebih, lanjut Dia, Komisi III dikenal dengan komisi yang paling sulit diatur lantaran dihuni figur-figur kritis, ditambah mitra-mitra komisi yang juga penegak hukum, memiliki power, kekuasaan dan kewenangan. "Tapi dibawah kepemimpinan semua kerja-kerja komisi begitu efektif dan dirasakan manfaatnya. Secara internal saya merasa kepemimpinan beliau penuh dengan balutan kekeluargaan dan semua guyub rukun baik antar anggota maupun antar fraksi di komisi. Secara eksternal beliau mampu membangun komunikasi yang efektif dengan mitra-mitra komisi, fungsi kedewanan berupa pengawasan legislasi dan budgeting secara paripurna dapat terlaksana dengan penuh penghormatan dari mitra kerja, itu semua bisa dirasakan oleh Polri, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung bahkan KPK sekalipun,' terang Arteria.

"Belum lagi sikap supel, pandai bergaul dan rendah hati yang saya yakin dapat menambah keharmonisan hubungan antar lembaga, tentunya tanpa mengurangi kerja kedewanan yang diamanahkan rakyat kepada DPR. Filosofi Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa (di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan daya kekuatan) dan Tut Wuri Handayani (mengikuti dari belakang memberikan dorongan moral) melekat pada figur kepemimpinan beliau, namun sudah pula dirasakan bagi kami anggota-anggota komisi maupun mitra kerja komisi III," tambah Arteria.

Selain Arteria Dahalan, dukungan kepada Bamsoet untuk menjadi Ketua DPR sebelumnya juga datang dari Ketua Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Bidang Politik, Syahmud Ngabalin. Menurutnya sosok Bamsoet adalah yang paling tepat lantaran memiliki prestasi politik dan track record yang bersih dari persoalan hukum.

Recent Posts

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

9 jam yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

9 jam yang lalu

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Perluas Peluang Kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memetakan kebutuhan industri Jepang dalam upaya menyelaraskan penyiapan tenaga…

13 jam yang lalu

Komnas Haji: Skema Biaya Haji 2027 Populis tapi Berpotensi Mengganggu Keberlanjutan

MONITOR, Tangerang Selatan - Ketua Komnas Haji, Dr. H. Mustolih Siradj, S.H.I., M.H., menilai rancangan…

14 jam yang lalu

Legislator Soal Remaja Diperkosa 27 Orang: Ini Extraordinary Crime yang Perlu Penanganan Luar Biasa

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyatakan keprihatinannya atas kasus dugaan pemerkosaan…

19 jam yang lalu

Legislator Usul DPR Gunakan Hak Angket Atasi Ketegangan Polri Vs Kejaksaan Buntut Kasus Hukum Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman meminta DPR menggunakan hak…

19 jam yang lalu