Categories: HUMANIORAPENDIDIKAN

Menuju Istana Bogor, Mendikbud Tegur dan Beri Uang Siswa yang Merokok di Jalan

MONITOR, Bogor – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy turun dari mobil dan menegur siswa yang kedapatan sedang merokok di jalan depan sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)di Bogor, saat sang menteri menuju perjalanan ke Istana Bogor guna mengikuti rapat kabinet, Selasa (5/12).

Mendikbud keluar dari mobil dan langsung menyapa delapan  siswa yang sedang bergerombol. Kontan spontanitas para siswa pun kaget karena dihampiri oleh Menteri Kemendikbud ini.

Para siswa pun lantas mematikan rokoknya dan menyalami Mendikbud. Ketika ditanya sedang melakukan apa di luar sekolah pada saat jam pelajaran, para siswa tersebut menjawab sudah selesai ujian akhir semester sekolah. Menteri Muhajir pun langsung menimpali dengan menasehati agar mereka belajar dan pulang membantu orangtua.

"Kalau sudah selesai ujian sebaiknya belajar untuk ujian besok atau pulang membantu orang tua. Jangan bergerombol dan merokok begini, kurang produktif," kata Mendikbud.

Menteri yang juga guru besar Universitas Negeri Malang ini masih trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu, yakni perkelahian yang menyebabkan seorang pelajar tewas di kabupaten Bogor.

Pada kesempatan itu Mendikbud mengingatkan agar tidak mudah terpancing dengan ajakan perkelahian. Menurutnya, usia muda sangat menentukan untuk memperbanyak bekal masa depan. Ia mengingatkan trauma kejadian beberapa waktu lalu dimana ada perkelahian yang menyebabkan seorang pelajar tewas di Kabupaten Bogor.

Uniknya, usai menasehati para siswa dan menyuruhnya pulang, Mendikbud merogoh uang dari sakunya. Masing-masing siswa diberinya uang Rp. 100.000. Dan mengingatkan uang tersebut jangan digunakan untuk hal-hal negatif.

"Jangan buat beli rokok ya," tegas Mendikbud.

Aksi berhenti spontan di tengah jalan ketika melihat siswa memang menjadi kebiasaan Mendikbud setiap melakukan kunjungan kerjanya ke daerah. Biasanya Mendikbud membagikan buku bacaan cerita rakyat. Kebiasaan lainnya adalah melaksanakan apel atau upacara bendera setiap hari Senin di sekolah-sekolah yang dipilihnya secara acak, guna memotivasi siswa dan memupuk rasa nasionalisme.

Selain menghadiri rapat kabinet bersama presiden di Istana Bogor, Mendikbud juga mengagendakan untuk menghadiri launching Program Studi Pendidikan Guru PAUD di STKIP Muhammadiyah Bogor.

 

 

Recent Posts

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

MONITOR, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan perlindungan pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional…

9 jam yang lalu

Singgung Kecelakaan Kereta Hingga Kasus Daycare, Puan Dorong Peningkatan Perlindungan Pekerja di May Day 2026

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan peningkatan perlindungan pekerja di peringatan Hari…

12 jam yang lalu

Waka DPR Cucun: Aspirasi Buruh di May Day 2026 Tunjukkan Kesejahteraan Rakyat Harus Dijaga Lewat Keadilan Bagi Pekerja

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan pentingnya kebijakan yang melindungi…

12 jam yang lalu

Waka DPR Cucun Soroti Sering Terjadinya Kekerasan Pada Anak di Daycare: Sistem dan Pengawasan Masih Lemah

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti sistem dan pengawasan yang lemah terhadap fasilitas…

12 jam yang lalu

Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja, Permenaker 7/2026 Batasi Alih Daya

MONITOR, Jakarta - Pemerintah memperkuat perlindungan dan kepastian hukum bagi pekerja alih daya (outsourcing) melalui terbitnya…

13 jam yang lalu

Pengosongan Rumah Dinas Mabes TNI di Slipi Disebut Berjalan Tertib

MONITOR, Jakarta Barat – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) melaksanakan penertiban dan pengosongan 12…

13 jam yang lalu