Categories: BERITAMEGAPOLITAN

Diuji Coba, Kereta Bandara Malah Mogok Dua Kali

MONITOR, Jakarta – Ada kejadian kurang baik ketika kereta api (KA) bandara Soekarno-Hatta diuji coba untuk pertama kalinya sebelum dioperasikan untuk publik. Ya, KA Bandara Soekarno-Hatta itu mengalami gangguan dan sempat mogok dua kali, sehingga menganggu perjalanan kereta rel listrik (KRL) Manggarai-Tanah Abang yang terlambat selama 30 menit pada Selasa (5/12).

PT Railink selaku operator mengatakan akan mengevaluasi terkait kejadian dua kali mogok saat uji coba kereta api bandara internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (5/12) saat kereta memasuki wilayah Batu Ceper, Tangerang. Direktur Utama Railink Heru Kuswanto dikutip dari Antara membantah mogoknya KA Bandara karena mati listrik. 

"Kalau listrik mati itu enggak, namanya trek baru, justru ini namanya uji coba yang kita lakukan mencari titik temunya, biasa itu," katanya.

Dia mengatakan masih banyak berbagai kemungkinan yang menjadi penyebab KA Bandara tidak dapat berjalan mulus saat uji coba. 

"Masih berbagai kemungkinan kalau di jalur baru, apalah tingkatannya sarana atau prasarana, kami rapat dan evaluasi," katanya. 

Heru mengatakan evaluasi tersebut meliputi keseluruhan sarana dan prasarana karena KA Bandara merupakan barang baru. 

"Semua, jalurnya ditingkatkan, dimatangkan ditambah batu-batunya sampai mantap. Jadi uji coba tujuannya untuk evaluasi, makanya kami juga belum membuka untuk umum operasi ini," katanya. 

Terkait dugaan kerusakan pantograf, dia belum bisa menyimpulkan karena akan terlebih dahulu dievaluasi. Namun, lanjut dia, sangat dimungkinkan apabila patah karena berbagai faktor, salah satunya kualitas itu sendiri. 

"Kan itu teknis, saya juga bukan orang teknis, kita evaluasi demikian, karena apa, saya belum bisa memutuskan, tapi nanti tim teknis yang mengevaluasi, " katanya. 

Heru mengatakan KA tersebut telah disertifikasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. 

"Kalau sertifikasi kita sudah dapat dari Kemenhub, ini kan sarana baru, prasarana baru, yang kurang-kurang ketika diuji coba itu diperbaiki," katanya. 

Dia menambahkan karena masih garansi dari PT Inka dan konsorsium Bombardier, jadi kemungkinan sarana bisa dikembalikan untuk dilakukan perbaikan. (ANT)

Recent Posts

Perkuat Literasi Dakwah Digital, Magister KPI UIN Jakarta Dorong Masjid Ramah Anak

MONITOR, TANGSEL – Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta…

13 menit yang lalu

Lomba Robotik OASE III 2026, Mahasiswa PTKIN Unjuk Inovasi dan Kemampuan Teknologi

MONITOR, Yogyakarta - Sepuluh tim dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) beradu inovasi dan…

17 menit yang lalu

Menaker Tugaskan Pengawas Kawal Kesepakatan Kecelakaan Kerja di Cikarang

MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menugaskan pengawas ketenagakerjaan berkoordinasi dan mengawal pelaksanaan kesepakatan…

11 jam yang lalu

Kapolda Banten Ajak Ulama dan Santri Perkuat Sinergi Jaga Kedamaian

MONITOR, Lebak – Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., M.H., mengajak kalangan ulama,…

11 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…

22 jam yang lalu

OASE III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Ekoteologi

MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…

22 jam yang lalu