Categories: HUMANIORAPENDIDIKAN

Melalui Riset, Universitas Bisa Naik Kelas Internasional

MONITOR, Jakarta – Salah satu peluang untuk mewujudkan Research University adalah, dengan melakukan riset berbasis teknologi hingga menghasilkan suatu inovasi. Hal ini diungkapkan Guru Besar Sistem Informasi Prof. Richardus Eko Indrajit pada peserta FGD Forum Rektor Indonesia.

Eko menuturkan, hingga saat ini hanya perguruan tinggi yang memiliki DNA riset yang berpeluang menjadi Research University. Bukan sekedar Teaching University, sehingga riset seyogyanya merupakan jalan untuk mencapai tujuan. 

"Artinya, riset harus bisa memiliki nilai jual yang tinggi. Berbagai jenis riset dan pengabdian masyarakat juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi perguruan tinggi," ujar Eko di Universitas Al-Azhar Indonesia, Senin (4/12).

"Sebagai contoh adalah, hasil riset saya terhadap 6 perguruan tinggi (Harvard, UCLA, Yale, University of Arizona, Oklahoma University, London School of Bussines) menjadikan riset dan dana abadi sebagai sumber penghasilan utama," tambahnya lagi.

Lebih jauh, Eko menekankan perlu diciptakan Research Market untuk mendorong pemasaran hasil riset guna menjadi World Class University. Ia pun menyatakan, para sivitas akademika haris kreatif dan inovatif dalam menjalankan riset.

"Sangat disayangkan, bahwa riset di Indonesia hingga saat ini masih hanya dianggap penting namun bukan hal yang genting. Memulai riset, maka hendaklah fokus dari problem-problem yang ada di negara Indonesia, sehingga riset yang dilakukan perguruan tinggi bermanfaat memberikan solusi bagi berbagai persoalan bangsa," tegasnya.

Recent Posts

Antisipasi PPPK Dirumahkan Buntut Efisiensi, Legislator Sebut Lebih Baik Hapus Kegiatan Seremonial

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyoroti fenomena dirumahkannya Pegawai Pemerintah…

8 jam yang lalu

Gunung Anak Krakatau Aktif, Puan Dorong Kesiapsiagaan Nasional Demi Keselamatan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah melakukan persiapan yang matang menyusul…

8 jam yang lalu

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

17 jam yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

18 jam yang lalu

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Perluas Peluang Kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memetakan kebutuhan industri Jepang dalam upaya menyelaraskan penyiapan tenaga…

22 jam yang lalu

Komnas Haji: Skema Biaya Haji 2027 Populis tapi Berpotensi Mengganggu Keberlanjutan

MONITOR, Tangerang Selatan - Ketua Komnas Haji, Dr. H. Mustolih Siradj, S.H.I., M.H., menilai rancangan…

23 jam yang lalu