Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Lampaui Target 2017, Workshop e-Smart IKM Diikuti 1.630 Peserta

MONITOR, Jakarta – Sebanyak 1.630 industri kecil dan menengah (IKM) telah mengikuti workshop program e-Smart IKM hingga November 2017. Loka karya yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian ini bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis kepada pelaku IKM nasional mengenai pemanfaatan teknologi digital yang dilatih para tenaga ahli dari marketplace dalam negeri.

“Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan pada tahun 2017 sebanyak 1.000 IKM. Ke depannya, diharapkan terus meningkat, di mana tahun 2018 ditargetkan mencapai 4.270 IKM dan tahun 2019 sebanyak 5.240 IKM,” kata Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin E. Ratna Utarianingrum di Jakarta, Senin (4/12).

Ratna menyampaikan, total jumlah IKM yang akan mengikuti workshop e-Smart IKM hingga tahun 2019 dapat mencapai lebih dari 10 ribu IKM dan sebanyak 30 ribu produk IKM yang dapat diakses konsumen melalui marketplace. “Dalam workshop ini, pelaku IKM mendapatkan pelatihan dengan materi fotografi produk serta melakukan transaksi penjualan secara digital,” ujarnya.

Pelaksanaan loka karya ini bekerja sama dengan marketplace dalam negeri seperti bukalapak.com dan Blanja.com. Kegiatan ini telah digelar di beberapa kota di Indonesia, di antaranya Padang, Palembang, Sidoarjo, Bandar Lampung, Buleleng, Balikpapan, Medan, dan Makassar.

Ratna menambahkan, Kemenperin terus mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing IKM melalui program e-Smart IKM, yang diharapkan pula akan membantu penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan. “Dengan mendorong para pelaku IKM, terutama mereka yang berada di sentra-sentra agar masuk ke dalam marketplace, diharapkan dapat memberikan akses pasar yang lebih luas sehingga akan memudahkan pelaku IKM untuk mengembangkan usahanya,” tuturnya.

Lebih lanjut, selain memacu para pelaku IKM nasional agar bisa bertransaksi di pasar online seiring dengan perkembangan ekonomi digital dan memperluas akses pemasaran produk-produknya, program e-Smart IKM ini nantinya dapat membantu Ditjen IKM Kemenperin dalam membuat program lanjutan untuk mendukung penumbuhan dan pengembangan IKM di Indonesia ke depannya.

“Guna memperkuat IKM agar selalu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, kami senantiasa mengupayakan berbagai hal dalam mengatasi tantangan utama IKM yang berasal dari modal, bahan baku dan pemasaran,” paparnya. 

Terkait permodalan, Kemenperin terus melakukan sosialisasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) di berbagai daerah. Selain itu, Kemenperin juga terus mendukung program pemerintah dalam pembiayaan permodalan IKM dalam bentuk Financial Technology (Fintech) dan berbagai bentuk pendanaan lainnya baik dari lembaga perbankan maupun non perbankan. 

Kemudian, mengenai pasokan bahan baku, Kemenperin juga sedang mengupayakan kemudahan akses bahan baku dan bahan penolong bagi IKM melalui pembertukan Material Center. Sementara itu, terkait dengan pemasaran, Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga menyampaikan keyakinannya bahwa program e-Smart IKM mampu meningkatkan penguasaan pasar perdagangan elektronik dari produk-produk asli Indonesia, baik di tingkat domestik maupun global. “Apalagi, saat ini sedang terjadi tren peralihan transaksi dari pasar offline ke pasar online,” ujarnya.

Bahkan, dengan menggunakan teknologi digital untuk promosi produk secara online, para pelaku IKM juga diproyeksi memperoleh keuntungan yang lebih signifikan hingga 80 persen dan menjadi 17 kali lebih inovatif.

Menurut Airlangga, dalam pengembangan teknologi digital di sektor industri, pemerintah Indonesia dan Singapura telah sepakat bersinergi pada tahun depan untuk memasarkan komoditas yang paling laris dan banyak dipasarkan secara lebih luas melalui online, seperti makanan dan minuman.
 
“Kami akan kembangkan innovation center dan safety food, misalnya inovasi kemasan dan daya tahan. Sehingga memiliki standar produk yang sama agar bisa dikirim ke pasar ASEAN dan lainnya. Jadi, kami mendorong ini tidak hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga IKM,” papar Airlangga.

Recent Posts

Antisipasi PPPK Dirumahkan Buntut Efisiensi, Legislator Sebut Lebih Baik Hapus Kegiatan Seremonial

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyoroti fenomena dirumahkannya Pegawai Pemerintah…

8 jam yang lalu

Gunung Anak Krakatau Aktif, Puan Dorong Kesiapsiagaan Nasional Demi Keselamatan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah melakukan persiapan yang matang menyusul…

8 jam yang lalu

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

17 jam yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

18 jam yang lalu

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Perluas Peluang Kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memetakan kebutuhan industri Jepang dalam upaya menyelaraskan penyiapan tenaga…

22 jam yang lalu

Komnas Haji: Skema Biaya Haji 2027 Populis tapi Berpotensi Mengganggu Keberlanjutan

MONITOR, Tangerang Selatan - Ketua Komnas Haji, Dr. H. Mustolih Siradj, S.H.I., M.H., menilai rancangan…

23 jam yang lalu