Categories: EKONOMIENERGI

Perkembangan Pembangunan Pembangkit Listrik Nasional

MONITOR, Jakarta – Listrik sangat dibutuhkan masyarakat untuk menggerakkan roda dan pertumbuhan ekonomi serta untuk mendukung kehidupan masyarakat sehari-hari. Sudah merupakan kewajiban pemerintah memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang terus tumbuh seiring meningkatnya perekonomian. 

Pemerintah terus berupaya untuk mencukupi kebutuhan konsumsi listrik dengan berbagai program. Peningkatan kapasitas listrik bukan hanya sebatas kewajiban namun sudah merupakan sebuah keharusan.

Saat ini rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 93,5 persen. Di tahun 2018, rasio elektrifikasi ditargetkan mencapai 95% serta pada tahun 2019 sebesar 97% dan diupayakan mencapai 99% dengan program pra-elektrifikasi penyediaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk desa belum berlistrik.

Kebutuhan listrik nasional terus meningkat seiring terus tumbuhnya perkonomian nasional. Kapasitas pembangkit listrik nasional saat ini sebesar 60,1 Giga Watt (GW) atau naik 7,1 GW dalam 3 tahun terakhir dibanding tahun 2014 sebesar 53 GW.

Jenis pembangkit listrik  berbahan bakar batubara memiliki kapasitas terbesar menggantikan BBM sebesar 29,8 GW (50%) disusul kemudian dengan gas bumi sebesar 16,8 GW ( 28%), EBT sebesar  7,2 GW (12%) dan BBM 6,2 GW (10%).

Hingga periode 1 Oktober 2017 tidak ada lagi sistem ketenagalistrikan nasional yang mengalami defisit listrik dibanding tahun 2015 dengan kondisi 9 sistem defisit.

“Pemerintah mempunyai program untuk terus mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia. Dengan adanya program yang lebih mengarah ke arah timur Indonesia, diharapkan infrastruktur ketenagalistrikan dapat meningkatkan akses ketenagalistrikan di wilayah-wilayah tertinggal," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Triboesono, di Jakarta, Kamis (30/11).

PT PLN (Persero) juga terus mendorong pembangunan infrstruktur ketenagalistrikan di wilayah perdesaan . Hingga September 2017, PLN telah melistriki sebanyak 73.563 desa. Berdasarkan road map pengembangan listrik perdesaan PLN tahun 2017 hingga 2019, PLN akan membangun akan mengembangkan listrik perdesaan tahun 2017 sebanyak 5.457 desa, sementara tahun 2018 sebanyak 5,053 desa dan tahun 2019 sebanyak 3,975 desa.

Recent Posts

Prof. Ahmad Tholabi Kharlie: Amandemen Konstitusi Harus Menjadi Langkah Terakhir dalam Menata Desentralisasi

MONITOR, Tangsel - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.H.,…

3 jam yang lalu

Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Alternatif untuk Tekan BPIH 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka opsi penggunaan maskapai alternatif dalam…

6 jam yang lalu

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat…

9 jam yang lalu

Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II tertib memenuhi…

10 jam yang lalu

Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Jadi Pencipta Solusi melalui Kewirausahaan

MONITOR, Bandung - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa mengembangkan…

10 jam yang lalu

Panen Demplot ExtraGen di Malang Tembus 12,5 Ton per Hektare, Pemkab Siapkan Pengembangan Lebih Luas

MONITOR, Malang - Pemerintah Daerah Kabupaten Malang bersama PT Indoraya Mitra Persada 168 (IMP 168)…

1 hari yang lalu