Categories: BERITAINTERNASIONAL

Tokoh Disegani ISIS Tawas Meledakkan Diri di Georgia

MONITOR, Tbilisi – Seorang mantan pejuang ISIS yang diduga mendalangi serangan mematikan di Bandara Istanbul, Turki 2016 silam dikabarkan tewas dalam sebuah operasi khusus di Georgia pekan lalu.

Dilansir Reuters, mantan pejuang ISIS tersebut dikatakan oleh media Turki dan seorang anggota kongres AS bernama Akhmed Chatayev, sebagai pelaku bom bunuh diri 2016 silam yang telah menyebabkan 45 orang tewas. Namun keterlibatannya belum diperkuat oleh pernyataan otoritas Turki.

"Dikonfirmasi bahwa salah satu dari mereka yang tewas dalam operasi tersebut adalah Akhmed Chatayev," kata juru bicara dinas keamanan Georgia seperti dilansir Reuters, Jumat (1/12).

Dari keterangannya, diketahui Chatayev tewas lantaran meledakkan dirinya sendiri.

Seorang petugas pasukan khusus Georgia dan dua anggota kelompok bersenjata lainnya, yang dicurigai melakukakn tindak terorisme juga tewas dalam operasi yang sama. Empat petugas polisi terluka dan satu anggota kelompok tersebut juga berhasil ditangkap.

Giorgobiani menolak menyebutkan dua orang bersenjata lainnya yang tewas, ia juga enggan mengungkapkan identitas anggota kelompok yang ditangkap. Juga belum diketahui bagaimana kelompok tersebut bisa sampai ke Georgia.

"Penyelidikan sedang berlangsung. Kami terus bekerjasama dengan mitra internasional kami untuk mengidentifikasi dua orang bersenjata lainnya," kata Giorgobiani.

Dia mengatakan, bahwa para ahli dari Amerika Serikat telah berpartisipasi dalam penyelidikan tersebut.

Sebuah daftar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan Chatayev sebagai tokoh senior ISIS yang bertanggungjawab untuk melatih militan berbahasa Rusia.

Ia adalah seorang veteran konflik Chechnya dengan Moskow, dimana dia kehilangan salah satu lengannya. dia tinggal di Pankisi Gorge Georgia, sebuah daerah terpencil yang sebagian besar dihuni komunitas Kist, etnis Chechen yang nenek moyangnya kebanyakn berasal dari Kristen Georgia pada tahun 1800an.

Ketika Uni Soviet runtuh,Checnya bangkit dalam sebuah pemberontakan bersenjata melawan pemerintah Moskow, komunitas Kist tertarik pada pertarungan tersebut. Ribuan pengungsi pun datang dari Chechnya, dan beberapa gerilyawan menggunakan jurang untuk berkumpul dan mempersiapkan serangan baru.

Pada saat itu, Chatayev terluka dan ditangkap di Georgia pada Agustus 2012 meyusul bentrokan antara polisi Georgia dan sekelompok militan. Mereka diduga berusaha menyebrangi perbatasan Georgia-Rusia dan pindah ke Dagestan.

Recent Posts

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

10 jam yang lalu

Dorong HKI PVT, Pusat PVTPP Kementan Terus Tingkatkan Inovasi Varietas Unggul

MONITOR, Jakarta - Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus…

14 jam yang lalu

Antisipasi PPPK Dirumahkan Buntut Efisiensi, Legislator Sebut Lebih Baik Hapus Kegiatan Seremonial

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyoroti fenomena dirumahkannya Pegawai Pemerintah…

1 hari yang lalu

Gunung Anak Krakatau Aktif, Puan Dorong Kesiapsiagaan Nasional Demi Keselamatan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah melakukan persiapan yang matang menyusul…

1 hari yang lalu

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

1 hari yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

1 hari yang lalu