Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Presiden Senang, Indonesia Kini Tak Lagi Impor Jagung

MONITOR, Serdang Bedagai – Indonesia kini sudah berdaulat untuk komoditas jagung. Biasanya Indonesia mengimpor jagung  untuk memenuhi kebutuhan secara  nasional. Namun sekarang Indonesia sudah bisa memenuhi kebutuhan jagung secara mandiri, berkat kerja keras petani.

Hal itu disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutannya di Desa Kota Tengah Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Tahun ini Indonesia tidak mengimpor jagung sama sekali.

"Dulu kita impor jagung 3,6 juta ton per tahun. Sekarang tidak ada," ujar Jokowi.

Jokowi menegaskan impor jagung sebanyak 3,6 juta ton itu merupakan jumlah yang tidak sedikit. Pemenuhan produksi ini dimungkinkan Indonesia mempunyai lahan yang luas untuk ditanam jagung.

"(Ada) berapa ribu kontainer itu (kapal pembawa jagung masuk ke Indonesia)," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Namun berkat keras pemerintah kini Indonesia tidak bergantung impor lagi namun kini mengekspor jagung. "Sekarang stop impor, kita ekspor," tegasnya.

Kerja keras pemerintah ditunjukkan dengan meningkatkan produksi dan melindungi harga jagung di tingkat petani. Menurutnya harga di tingkat petani juga penting untuk diperhatikan agar petani semangat bertanam. Kalau harga rendah petani kan tidak mau bertani lagi.

"Tiga tahun lalu (2014) ketika baru dilantik jadi Presiden, saya ke NTB dan petani marah kepada saya karena harga jagung saat itu Rp1.400 per kg. Kalau harga rendah petani kan tidak mau bertani lagi. Ketika itu impor masih 3,6 juta ton," cerita Jokowi.

"Saat itu kami keluarkan Perpres harga jagung Rp2.700 per kg dan sekarang harga jagung sudah Rp3.150 dan Indonesia tidak impor jagung lagi. Pemerintah buat petani senang dan sejahtera," pungkasnya.

Recent Posts

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

30 menit yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

2 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan Kemendag Perluas Akses Ekspor Produk Lokal Lewat InaExport

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkolaborasi memperluas…

5 jam yang lalu

Kick Off Hari Santri 2026, Menag: Santri Jangan Jadi Penonton, Harus Ikut Menentukan Masa Depan Indonesia

MONITOR, Jakarta — Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa santri tidak boleh…

6 jam yang lalu

IPW Adukan Dugaan Intimidasi dan Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI ke Bareskrim

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) melalui Tim Advokasi dan Bantuan Hukumnya mengadukan dugaan…

19 jam yang lalu

STAI Syekh Manshur Dorong Transformasi Pendidikan Islam Menuju Ekosistem Pendidikan Berdampak

MONITOR, Pandeglang - Pendidikan Islam dinilai perlu bergeser dari paradigma pembelajaran yang sekadar berorientasi pada…

20 jam yang lalu