Categories: BISNISEKONOMI

Indonesia-Malaysia Fokus Bahas Empat Isu Utama Perdagangan

MONITOR, Jakarta – Indonesia dan Malaysia bertemu membahas berbagai isu terkait kedua negara dalam pertemuan Konsultasi Tahunan (Annual Consultation) Indonesia-Malaysia ke-12 yang berlangsung Rabu (22/11) di Kuching, Malaysia. Di sektor perdagangan, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita yang mendampingi Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa kedua negara membahas empat isu utama.

“Perdagangan merupakan isu penting yang selalu dibahas dalam setiap Konsultasi Tahunan kedua Kepala Negara karena berperan penting dalam memajukan kerja sama ekonomi Indonesia-Malaysia. Keempat isu yang dibahas pada pertemuan yang dipimpin kedua Kepala Negara tersebut, yaitu perjanjian perdagangan lintas batas (border trade agreement/BTA), normalisasi perdagangan ekspor dan impor lewat Entikong-Tebedu, kerja sama di sektor produk halal, serta kerja sama di bidang kelapa sawit,” jelas Mendag Enggar.

Mengenai sawit, Mendag Enggar menekankan bahwa kedua Kepala Negara menyampaikan pernyataan bersama yang cukup tegas terkait praktik diskriminasi yang dilakukan para mitra dagang.

“Di tengah isu dikriminasi dan kampanye negatif terhadap produk sawit, kedua negara sepakat untuk saling bekerja sama menanggapi perlakuan tidak adil terhadap produk sawit, termasuk menanggapi laporan Parlemen Eropa mengenai Resolution on Palm Oil and Deforestation of the Rainforest,” tegasnya.

Sementara itu terkait BTA, kedua Kepala Negara sepakat mendorong penyelesaian perundingan tersebut segera setelah negosiasi perjanjian perlintasan perbatasan (Border Crosssing Agreement/BCA) yang menentukan titik lintas batas ditandatangani awal tahun depan.

Sebelumnya, Mendag Enggar bertemu dengan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri (MITI) Malaysia Dato' Sri Mustapa Mohamed untuk membahas penyelesaian perundingan BTA ini.

“BTA akan memberi payung dan kepastian hukum bagi kedua negara dalam melakukan perdagangan lintas batas. Dengan begitu, keperluan penduduk di perbatasan dapat dijamin karena hal ini merupakan kewajiban kedua negara,” imbuh Mendag.

Terkait normalisasi perdagangan di pintu Entikong-Tebedu, telah terdapat kemajuan sejak Juli lalu ketika Mendag Enggar dan Menteri Mustapa mengunjungi pos lintas batas Entikong-Tebedu. Kedua menteri sekarang menunggu realisasi penyelesaian satu infrastruktur pemotongan bukit di wilayah Malaysia antara jalur kargo pelabuhan daratan (dry port) Entikong-Tebedu.

“Secara pararel kami sepakat melakukan sebuah kajian bersama agar nanti ketika kegiatan perdagangan ekspor-impor normal kembali, Provinsi Kalimantan Barat dan Negeri Serawak dapat menerima manfaat yang maksimal. Kajian bersama tersebut akan ditindaklanjuti di tingkat senior official's meeting (SOM) secara teknis,” tandasnya.

Mengenai isu produk halal, setelah pertemuan Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia bulan Juli 2017 lalu di Kuching, Malaysia, kedua menteri sepakat untuk mendorong penyelesaian nota kesepahaman antara badan otoritas halal kedua negara.

“Kedua Kepala Negara memberi mandat agar nota kesepahaman dapat segera diselesaikan. Kami akan mengawal agar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) selaku otoritas penyelenggara jaminan produk halal dapat melakukan Mutual Recognition Agreement (MRA) sehingga produk dan logo halal kedua negara dapat saling diterima di pasar masing-masing. Kerja sama dalam hal produk dan logo halal ini diharapkan dapat mendorong pengembangan industri produk halal di Indonesia, mengingat prospek perdagangannya yang sangat besar saat ini,” tegas Mendag Enggar.

Konsultasi Tahunan merupakan mekanisme bilateral tertinggi antara kedua negara di tingkat Kepala Pemerintahan. Konsultasi Tahunan membahas sejumlah masalah yang kerap terjadi dalam hubungan kedua negara seperti ekonomi dan perdagangan, pendidikan, pertahanan, persoalan keimigrasian, hingga kerja sama sosial budaya.

Pada pertemuan ini, delegasi Kemendag terdiri atas Menteri Perdagangan, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, dan Direktur Perundingan Bilateral. Sebelumnya, Konsultasi Tahunan Indonesia-Malaysia ke-11 dilaksanakan pada 1 Agustus 2016 di Jakarta.

Recent Posts

Kementerian UMKM Apresiasi KSP Guna Prima Dana, Dinilai Jadi Contoh Koperasi Penyalur KUR Nasional

MONITOR, Badung - Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Simpan…

44 menit yang lalu

Akad Massal KUR 1.000 UMKM Kreatif Bali, Pemerintah Perluas Akses Pembiayaan dan Digitalisasi

MONITOR, Bali – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat…

2 jam yang lalu

Jelang Puncak Haji 2026, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Hemat Energi dan Tertib Ihram Sejak Embarkasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia untuk…

2 jam yang lalu

Soroti Penggunaan Ruang Ketua DPRD Kabupaten Serang, FAMS Desak Fokus pada Masalah Rakyat

MONITOR, Serang — Forum Aktivis Muda Serang (FAMS) mempertanyakan penggunaan ruang Ketua DPRD Kabupaten Serang yang…

3 jam yang lalu

Kemenag Perkuat Strategi Komunikasi Pesantren Ramah Anak dan Bebas Kekerasan

MONITOR, Jakarta — Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pesantren Ditjen Pendidikan Islam menyelenggarakan kegiatan Strategi…

3 jam yang lalu

Mitigasi El Nino, Kementan Masifkan Pendampingan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sukabumi

MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memasifkan langkah strategis dan pendampingan lapangan guna memitigasi…

18 jam yang lalu