MONITOR, Jakarta – Perusahaan sektor ESDM yang masuk di bursa saham nasional masih bisa dihitung jari. Hal ini diungkapkan Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Jonan menyatakan, pihaknya ingin mendorong agar perusahan-perusahaan sektor ESDM untuk melantai di bursa saham nasional.
"Dari sekitar 600 lebih perusahaan yang terdaftar, tidak banyak (perusahaan di sektor ESDM) yang masuk bursa, kecuali yang sudah menjadi perusahaan Indonesia, seperti Adaro dan Indika. Yang mayoritas dikelola badan usaha asing, itu tidak melantai di sini," ujar Jonan.
Apabila perusahaan tersebut melantai pada bursa saham Indonesia, kata Jonan, maka transparansi perusahaan dapat meningkat seperti yang diharapkan pemerintah.
"Kami akan minta bahwa di kemudian hari mereka harus punya program untuk melantai di Indonesia sehingga Bursa Efek Indonesia menjadi lebih menarik dan lebih besar," ujarnya.
Bahkan menurut Jonan, bila perusahaan sekelas PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) berminat untuk ikut melantai dalam BEI maka modal yang bisa dicapai akan sangat besar.
"Kalau melihat semua perusahaan listrik di dunia itu PER (price earning ratio) nya kira-kira 30 kali. Jadi kalau melantai mungkin bisa mencapai Rp500 triliun modal publik-nya, untuk PT PLN saja," kata Jonan.
MONITOR, Natuna - Sektor perikanan Natuna terus menorehkan prestasi yang membanggakan. Sebanyak 11.735 ekor ikan…
MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri urusan haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan radikal…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengajak pengguna jalan tol untuk mengoptimalkan Aplikasi Travoy…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pembayaran dam…
MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…
MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…