Kepala BKPM Mengaku Tidak Puas dengan Capaian Lompatan EoDB Indonesia

MONITOR, Jakarta  – Akhir Oktober lalu Bank Dunia memasukkan Indonesia sebagai negara teratas dalam daftar “Top Reformer” bagi perbaikan kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business/EoDB). Dalam daftar itu, Indonesia naik 15 peringkat menjadi peringkat 91 dari sebelumnya di posisi 106.

Namun demikian, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengaku belum puas dengan capaian tersebut. "Jadi memang EoDB bukan segala-galanya," ujarnya, di Kantor BKPM Jakarta, Senin (6/11).

Pria yang akrab disapa Tom itu menjelaskan, kendati EoDB Indonesia telah mengalami kenaikan yang cukup pesat masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Di antaranya, terkait aspek perizinan, iklim regulasi, hingga aspek tenaga kerja.

"Jadi EoDB itu sangat penting sebuah barometer yang dilihat seluruh dunia. Tapi tentunya di luar EoDB banyak sekali aspek-aspek regulasi perizinan, iklim usaha yang perlu kita dibenahi," Jelas Tom.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Tom berharap, kemudahan usaha di Indonesia semakin baik. Saat ini, Kata Tom, kemudahan usaha di Indonesia lebih baik dari China maupun India.

"Syukur EoDB semakin baik, sudah mengalahkan Tiongkok, jauh di depan India misalnya. Tapi kami menyadari pekerjaan rumah kita masih banyak," paparnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER