Mendag Ingin Bentuk Unit Khusus Pengelola Retribusi Pasar

MONITOR, Jakarta – Saat ini Kementerian Perdagangan tengah mengupayakan program kolaborasi antara warung atau pasar rakyat dengan toko modern. Hal ini bertujuan agar pasar rakyat bisa memperoleh harga pembelian barang yang sama seperti yang didapatkan toko modern.

"Ini dimaksudkan agar warung/pasar rakyat tidak kalah bersaing dengan toko modern," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Mendag juga menyampaikan usulannya agar dibentuk unit khusus untuk mengelola retribusi pasar. "Pengelolaan retribusi sebaiknya dilakukan oleh unit yang dibentuk secara khusus. Dengan demikian, penerimaan dan pengeluaran dana retribusi dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diaudit.

Sebelum masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD), dana dari retribusi dapat digunakan untuk memelihara dan merawat pasar. Sisanya, baru kemudian dimasukkan sebagai PAD," jelas Mendag.

- Advertisement -

Mendag juga mengaku pihaknya tengah mempersiapkan pasar rakyat secara bertahap agar dapat menerapkan e-payment. "Kami sedang berupaya meningkatkan pasar rakyat dalam penerapan e-payement. Salah satu pasar yang sudah menerapkan e-payment adalah Pasar Klewer di Solo, Jawa Tengah. Kita kan kaji kelebihan dan kekurangannya," ujarnya.

Revitalisasi Pasar Rakyat merupakan program prioritas dan masuk dalam Nawacita. Presiden Joko Widodo mecanangkan Pembangunan/Revitalisasi untuk 5.000 Pasar Rakyat selama periode 2015-2019. Program ini tidak hanya melibatkan Kemendag namun juga mengikutkan Kementerian/Lembaga Teknis lainnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER