Walikota Larang Praktik Titip Menitip Siswa, Siswanto: Siap Monitor Ketat

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto mengaku bisa bernafas lega. Itu setelah Walikota Depok Supian Suri menegaskan bahwa penerimaan murid baru di SMP Negeri tahun kembali tidak ada proses titip menitip.

Ya, ini tahun kedua atau sejak dilantik sebagai Walikota Depok, Supian Suri melarang keras adanya titip menitip siswa masuk ke SMP Negeri. “Tentu ini melegakan buat saya. Karena Pak Walikota masih punya komitmen kuat membenahi dunia pendidikan,” ungkap Siswanto.

Legislator yang juga Ketua Fraksi PKB ini menjelaskan, titip menitip dalam penerimaan murid baru akan berdampak buruk pada dunia pendidikan. “Dampaknya ‘titip-menitip’ bisa merusak prinsip inklusivitas,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Siswanto, praktik titip-menitip siswa, membuat masyarakat mengalami kerugian finansial. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang harus mengeluarkan uang untuk membayar agar anaknya bisa masuk di sekolah negeri.

- Advertisement -

“Itu fakta. Dulu sebelum Pemkot Depok membebaskan ada titip-menitip siswa, masyarakat berebut menitipkan anak-anaknya. Dan tidak sedikit yang harus menyogok pakai uang,” ujar Siswanto.

“Dan celakanya, tidak semua siswa yang dititipkan dengan cara menggunakan uang diterima. Lalu, uang yang sudah disetorkan ke oknum tidak kembali. Misalnya, kalau ada seribu siswa yang tidak diterima, kemudian satu orangtua siswa memberi Rp 5 juta, berarti ada Rp 5 miliar uang yang terbuang sia-sia,” tambahnya.

Sebab itu, Siswanto menegaskan dukungannya buat Pemkot Depok untuk tidak membuka kran titip-menitip dalam penerimaan siswa baru di SMP Negeri.

Politisi murah senyum ini mengaku sempat khawatir dalam penerimaan murid baru tahun ini, Pemkot Depok tidak melanjutkan komitmennya. “Ya, saya khawatir saja, Pemkot Depok memperbolehkan titip-menitip siswa. Tapi Alhamdulillah, Pak Wali sudah melontarkan statemen tidak ada titip-menitip,” aku Siswanto.

Selanjutnya, Siswanto berharap semua pihak menjalankan arahkan orang nomor satu di Kota Depok tersebut. Artinya, jangan sampai ada pihak yang berani menerima siswa titipan. “Jika ditemukan ada pihak terutama panitia SPMB yang melakukan itu, saya berharap ada tindakan tegas dari Pemkot,” imbaunya.

“Saya bersama teman-teman anggota dewan yang ada di Komisi D juga akan melakukan pengawasan ekstra. Karena kami juga bermimpi dunia pendidikan di Kota Depok ini bersih dari praktik jual beli bangku,” sambungnya.

Bukan hanya itu, Siswanto juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya bila ada oknum yang mengaku bisa memasukkan siswa ke SMP Negeri. “Mari kita dukung Pak Walikota yang ingin membenahi sistem pendidikan di Kota Depok,” tuturnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER