MONITOR, Jakarta – Penerapan transaksi non tunai di gerbang tol ternyata masih menemukan kendala. Misalnya kasus mesin pembaca kartu yang kurang optimal, ini berakibat kemacetan kendaraan di gerbang tol.
Menanggapi hal tersebut, General Manager PT Jasa Marga Jakarta-Cikampek R Kristianto menyatakan, pihaknya akan memperbarui mesin pembaca kartu yang sudah tidak optimal dengan yang baru. Hal itu dilakukan dengan menggandeng sektor perbankan sebagai pemilik sistem pembaca kartu.
Adapun mesin pembaca yang akan diganti khusus untuk di ruas yang dilalui kendaraan truk atau kendaraan besar. Untuk itu, tidak perlu lagi meminta bantuan petugas tol untuk bertransaksi. Namun, petugas hanya menentukan jenis golongan pada truk yang melintas.
"Mesin pembaca kartu ada rencana untuk golongan 2 atau lebih tidak seperti sekarang diganti dengan khusus untuk truk,” ujar Kristianto kepada wartawan, baru-baru ini.
Sementara, dengan mesin pembaca di ruas lain yang menjadi program besar untuk merealisasikan 100 persen nontunai. Kristianto menuturkan, belum mau menetapkan kapan tepatnya pergantian mesin itu akan dilaksanakan. “Tapi itu nanti,” jelasnya.
Menurutnya mekanisme asongan (jemput transaksi kendaraan) tidak lagi diterapkan di sistem nontunai. Karena belum ada mesin pembaca kartu tanpa kabel, untuk melakukan jemput kendaraan. “Kami coba tanyakan nanti apa ada reader itu, kalau ada mungkin akan kami terapkan lagi,” tandasnya.
