Categories: BALI-NUSA DUADAERAH

Status Masih Awas, Warga Dilarang Mendekati Radius 9 Km Area Gunung Agung

MONITOR, Karangasem – Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kasbani menegaskan bahwa status Gunung Agung Bali masih tetap berstatus Level IV (Awas). Menurut Kasbani, untuk menurunkan atau menaikkan status gunung berapi tidak hanya menggunakan data sesaat tetapi harus dilihat secara menyeluruh satu persatu dan jika data keseluruhan secara bertahap menunjukkan penurunan maka PVMBG akan menurunkan status gunung tersebut.

“Tidak bisa data sesaat dijadikan patokan untuk penentuan status gunung agung, harus menggunakan data-data yang komprehensif dan menyeluruh yang meliputi data seismik, deformasi, geokimia dan penginderaan jauh satelit,” ujar Kasbani saat konferensi pers perkembangan aktifitas Gunung Agung hari ini, Sabtu (21/10).

Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi Kementerian ESDM selaku institusi yang menangani secara langsung kegunungapian tidak akan gegabah untuk menaikkan atau menurunkan status Gunung Agung karena aktifitas kegempaan Gunung Agung (3142 m dpl) masih tetap tinggi dan fluktuatif pasca dinaikkan statusnya menjadi Level IV (Awas) pada 22 September 2017 lalu.

Meski saat ini status kegempaan Gunung Agung cenderung menurun dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, namun data deformasi masih menunjukkan sebaliknya. Deformasi masih menginflasi yang ada diatas artinya saat ini belum waktunya yang tepat untuk menurunkan status Gunung Agung menjadi Siaga.

“Jadi kita masih harus melihat perkembangannya, kalau semua sudah konsisiten perkembangannya dari kegempaannya menunjukkan penurunan secara perlahan, dari deformasinya juga demikian, tidak terjadi peningkatan dan sudah relatif normal, juga dari pengamatan visual aktifitasnya sudah menurun, itu dapat kita jadikan pedoman untuk menurunkan status Gunung Agung. Apa itu artinya, artinya status itu bukan dari saya tapi apa yang diinformasikan oleh gunung itu sendiri,” jelas Kasbani.

Karena masih berstatus “AWAS” maka rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan tidak berada, dan melakukan pendakian dan aktivitas apapun di dalam radius 9 km dari kawah puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Barat Daya sejauh 12 km masih berlaku.

Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Agung akan terus dan senantiasa selalu berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Karangasem dan instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan kegiatan vulkanik Gunung Agung.

Recent Posts

Rektor UIN Jakarta: Pengamanan Aset TKIP-SDIP Pamulang Adalah Mandat Negara, KBM Dijamin Aman

MONITOR, Tangerang Selatan – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama tim kuasa hukum menggelar konferensi pers…

4 jam yang lalu

Jelang Muktamar NU ke-35, JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro di Tambakberas

MONITOR, Jombang – Ribuan jamaah thariqah berkumpul di Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum, Tambakberas,…

6 jam yang lalu

Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN

MONITOR, Bangkok — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…

14 jam yang lalu

Gerak Cepat Usai Arahan Mentan Amran, SBM Kini Lebih Terjangkau bagi Koperasi Peternak

MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman…

16 jam yang lalu

Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan International Labour Organization…

1 hari yang lalu

Dalam Sepekan, Arahan Mentan Amran Jadi Langkah Konkret Lindungi Peternak Ayam Ras Petelur

MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman…

1 hari yang lalu