Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Kemenkeu Peroleh 22,5 T dari Surat Utang Negara

MONITOR, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat telah menerima Rp22,5 triliun dari lelang enam seri Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan total penawaran mencapai Rp34,94 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu di Jakarta, pada  Selasa (17/10) menyebutkan lelang itu memenuhi target maksimal yang ditetapkan sejumlah Rp22,5 triliun.

Dari lelang tersebut, jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN03180118 mencapai Rp3,65 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,73997 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 18 Januari 2018 ini mencapai Rp5,52 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi dengan tingkat kupon diskonto ini mencapai 4,65 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,00 persen.

Untuk seri SPN12181004, jumlah yang dimenangkan mencapai Rp3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,17617 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 4 Oktober 2018 ini mencapai Rp5,55 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi dengan tingkat kupon diskonto ini mencapai 5,1 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,4 persen.

Untuk seri FR061, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp6,55 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,19559 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2022 ini mencapai Rp10,43 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 6,15 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,3 persen.

Untuk seri FR059, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp5,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,56981 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2027 ini mencapai Rp5,72 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 6,45 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,65 persen.

Untuk seri FR075, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,26985 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2038 ini mencapai Rp5,66 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,23 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,35 persen.

Untuk seri FR076, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,25 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,29713 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048 ini mencapai Rp2,04 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,375 persen ini mencapai 7,23 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,5 persen.

Sebelumnya, dalam lelang lima seri SUN pada Selasa (3/10), pemerintah juga berhasil menyerap dana sebesar Rp17,85 triliun dari total penawaran yang masuk Rp34,14 triliun.

Recent Posts

Sering jadi Titik Krusial, Komnas Haji minta Pengelolaan Muzdalifah jadi Prioritas Utama Puncak Haji 2026

MONITOR, Mekkah - KOMNAS HAJI menyoroti pentingnya pengelolaan pergerakan jemaah di kawasan Muzdalifah menjelang puncak…

3 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Pemanfaatan Biodiversitas Laut Berbasis Inovasi menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Yogyakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan National Policy Dialogue bertajuk “Kedaulatan…

3 jam yang lalu

Raih Lisensi IB, Lulusan MAN IC Serpong Makin Mudah Tembus Kampus Top Dunia

MONITOR, Jakarta - Madrasah binaan Kementerian Agama berhasil memperoleh lisensi menjalankan kurikulum International Baccalaureate Diploma…

6 jam yang lalu

PBHI Tolak Pengadilan Militer dalam Kasus Andrie Yunus

MONITOR, Jakarta - Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) menyatakan mosi tidak…

6 jam yang lalu

Menahan Badai Krisis Ekonomi 2026

Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA* Hadirnya pelemahan rupiah atas mata uang dollar Amerika Serikat (AS)…

8 jam yang lalu

Wamen UMKM Luncurkan ACCES 2026, Perluas Akses Pendanaan Pengusaha Menengah

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali meluncurkan program ACCES (Accelerating…

10 jam yang lalu