MONITOR, Jakarta – Sebagian masyarakat masih trauma terkait dampak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), lantaran dianggap merusak lingkungan seperti lumpur Lapindo, di Sidoarjo, Jawa Timur.
Terkait hal itu, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Yunus Saefulhak angkat bicara. Ia meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu tersebut.
"Saya sudah melihat PLTP di berbagai belahan dunia tidak ada yang menimbulkan bencana. Seperti di Islandia, Italia, Amerika Serikat, Filipina dan Kenya, semuanya berjalan baik," ujar Yunus di Jakarta, Senin (16/10).
Kendati demikian, Yunus menganggap wajar apabila sebagian kalangan masih menolak sejumlah proyek panas bumi di lingkungan mereka. Yunus berkeyakinan, suatu saat masyarakat akan mampu memahami manfaat yang didapat dari pembangunan PLTP itu.
Perlu diketahui, Panas Bumi hanya menghasilkan sekitar 1,5 persen emisi CO2, dibandingkan dengan batu bara dan hanya sekitar 2,7 persen emisi CO2 dibandingkan dengan gas.
MONITOR, Mekkah - KOMNAS HAJI menyoroti pentingnya pengelolaan pergerakan jemaah di kawasan Muzdalifah menjelang puncak…
MONITOR, Yogyakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan National Policy Dialogue bertajuk “Kedaulatan…
MONITOR, Jakarta - Madrasah binaan Kementerian Agama berhasil memperoleh lisensi menjalankan kurikulum International Baccalaureate Diploma…
MONITOR, Jakarta - Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) menyatakan mosi tidak…
Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA* Hadirnya pelemahan rupiah atas mata uang dollar Amerika Serikat (AS)…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali meluncurkan program ACCES (Accelerating…