Categories: BISNISEKONOMI

Di Tahun 2021, Suplai Bahan Baku Susu Segar Ditargetkan Naik 41 Persen

MONITOR, Garut – Pemerintah telah mencanangkan program kemitraan antara industri pengolahan susu dengan para peternak sapi perah secara terintegrasi. Pengembangan program tersebut bertujuan untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan baku dalam mendukung proses produksi.

“Melalui implementasi langkah strategis ini, suplai bahan baku susu segar ditargetkan meningkat dari 23 persen pada tahun 2016 menjadi 41 persen tahun 2021 dan diharapkan kualitasnya semakin baik,” kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto pada Peresmian Peternakan Sapi Perah Terintegrasi PT Raffles Pacific Harvest di Garut, Jawa Barat, Rabu (20/9).

Untuk mencapai sasaran itu, Kemenperin aktif melakukan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Koperasi dan UKM. “Kami memberikan apresiasi kepada ABC Holdings dan Mitsui Co (PT Raffles Pacific Harvest dan PT ABC Kogen Dairy) yang telah melahirkan peternakan sapi perah modern yang terintegrasi dengan industri susu,” ujar Panggah.

Menurutnya, upaya yang telah dilakukan oleh perusahaan tersebut dapat berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia melalui berbagai macam produk susu olahan yang dihasilkannya. Selain itu, berdirinya peternakan terintegrasi industri pengolahan susu ini dapat memicu efek yang luas guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan menyerap tenaga kerja, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Garut.

Kemenperin mencatat, dari segi off-farm, saat ini terdapat lebih dari 60 industri pengolahan susu yang beroperasi di Indonesia. Namun pasokan bahan baku susu segar dari para peternak sapi perah lokal hanya mampu mencukupi 852 ribu ton per tahun atau sekitar 23 persen, sedangkan kebutuhan bahan baku susu segar untuk industri pengolahan susu dalam negeri sebesar 3,7 juta ton pada tahun 2016.

“Karena bahan bakunya belum bisa dipasok dari domestik, sisanya masih diimpor sebesar 2,8 juta ton per tahun atau 77 persen dalam bentuk skim milk powder, anhydrous milk fat, dan butter milk powder dari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa,” paparnya.

Lebih lanjut, guna memacu usaha peternakan sapi perah untuk meningkatkan produksi susu segar, yang perlu diperhatikan adalah meningkatkan konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia, yang saat ini rata-rata sekitar 12,10 kg/kapita/tahun setara susu segar. Tingkat konsumsi tersebut masih di bawah negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia yang mencapai 36,2 kg/kapita/tahun, Myanmar 26,7 kg/kapita/tahun, Thailand 22,2 kg/kapita/tahun, dan Philipina 17,8 kg/kapita/tahun.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto telah menyarakan, satu industri pengolahan susu dapat membina minimal tiga sampai lima peternak sapi perah lokal. “Kami juga mengimbau kepada pelaku industri agar terus berkomitmen mengembangkan susu segar dalam negeri dengan pendekatan asistensi untuk peningkatan produktivitas, perbaikan kualitas, dan budidaya ternak yang lebih baik,” tuturnya.

Kemenperin pun mendorong industri pengolahan susu di dalam negeri untuk menjalankan komitmen investasinya sehingga akan berkontribusi dalam menumbuhkan sektor manufaktur dan perekonomian nasional. “Mengenai kebijakan penetapan harga susu, idealnya untuk pertenak sekitar Rp5.500-6.000
per liter, sehingga apabila peternak memiliki 10 sapi bisa dapat penghasilan sebesar Rp2 juta per bulan,” tegas Airlangga.

Recent Posts

Mitigasi El Nino, Kementan Masifkan Pendampingan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sukabumi

MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memasifkan langkah strategis dan pendampingan lapangan guna memitigasi…

10 jam yang lalu

Selvi Gibran Tinjau Coaching Clinic LPDB di Pontianak, Perkuat Akses Pembiayaan Koperasi dan UMKM

MONITOR, Jakarta — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi menghadirkan coaching clinic koperasi dalam kegiatan “Heritage in Motion:…

14 jam yang lalu

Guru Besar IPB Ungkap Ketimpangan Industri Perunggasan, Peternak Rakyat Disebut Paling Rentan Bangkrut

MONITOR, Bogor – Guru Besar IPB University, Prof. Yuli Retnani, menyoroti ketimpangan yang dinilai semakin tajam…

15 jam yang lalu

Zayed Foundation Serahkan Bantuan Sekitar USD 190.000 untuk 162 Jemaah Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed…

20 jam yang lalu

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

MONITOR, Bekasi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah…

20 jam yang lalu

Harga Telur Anjlok, Kementan Minta Segera Naik ke Rp26.500 per Kg, BGN Wajibkan Dapur MBG Serap Telur Peternak

MONITOR, Jakarta — Pemerintah bergerak cepat menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat di tengah fluktuasi…

21 jam yang lalu