Categories: EKONOMIENERGI

Tiga Syarat Jonan untuk PLN Ajukan Harga Baru Batu Bara Kelistrikan

MONITOR, Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengusulkan harga baru batu bara Domestic Market Obligation (DMO) untuk pembangkit listrik, yang berbeda dengan harga pasar.

Alasannya, harga energi primer yang lebih rendah akan mendukung upaya PLN memproduksi listrik lebih efisien, sehingga tarif listrik untuk masyarakat bisa lebih ditekan.

Usulan itu memantik  wacana bahwa Kementerian ESDM akan mengeluarkan aturan tentang harga baru batu bara untuk kelistrikan. 

Kepada wartawan Jonan bercerita, PT PLN (Persero) memang mengusulkan agar ada pengaturan harga batu bara yang bisa menunjang tarif listrik yang lebih murah. Ini karena kebutuhan batu bara PLN terus meningkat. 

Total biaya enegri primer dalam komponen biaya produksi listrik mencapai 40-50 persen. Namun, ada komponen lain yang tidak kalah penting untuk menghasilkan tarif listrik yang lebih efiaien. Untuk itu, sebelum bicara soal pengaturan harga batu bara, Jonan meminta PLN melakukan efisiensi pada tiga hal.

Pertama, efisiensi biaya perawatan. Kedua, efisiensi biaya distribusi dan transmisi. Ketiga, review standar konsumsi energi primer

"Jadi hal itu yang harus dilakukan dulu oleh PLN. Baru kita diskusi soal penyesuaian harga energi primer. Mungkin efisiensi tersebut tidak kalah signifikan dengan pengaturan kembali biaya energi primer," jelas Jonan.

Jonan yakin PLN bisa melakukan efisiensi biaya perawatan serta transmisi dan distribusi. "Setelah itu kita bicarakan kembali efisiensi energi primer," ucap Jonan tegas.

Selain itu, Jonan juga meminta adanya standar konsumsi energi primer rata-rata per kwh. Sehingga konsumsi bahan bakar bisa terukur. Misalnya berapa maksimal konsumsi batu bara yang diatur untuk memproduksi listrik 1 kwh. Ini juga berlaku untuk energi primer yang lain.

Jonan kembali menegaskan, pemerintah pada dasarnya mendukung efisiensi biaya produksi listrik agar tarifnya terjangkau oleh masyarakat luas. Khusus untuk PLN, tiga syarat Jonan itu harus dijalankan sebelum membahas harga baru batu bara sebagai energi primer pembangkit listrik.

Recent Posts

Harga Obat Terancam Naik Buntut Pelemahan Rupiah, DPR Dorong Kemandirian Farmasi Nasional

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai…

32 menit yang lalu

Kemnaker: JKP Instrumen Penting Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong para pekerja untuk memahami dan memanfaatkan Program Jaminan…

1 jam yang lalu

85.290 Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ajak Jaga Semangat Kepedulian Pasca-Haji

MONITOR, Makkah – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-55. Hingga hari…

4 jam yang lalu

Rapim Kemenag DKI Jakarta, Kabiro SDM Sebut Kepemimpinan Level 5

MONITOR, Jakarta— Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Muhammad Zain menegaskan pentingnya lompatan kinerja…

17 jam yang lalu

Bebas OPTK, 188,7 Ton Cengkih Asal Natuna Berlayar ke Semarang

MONITOR, Batam - Jaminan kesehatan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), kumbang tanduk…

18 jam yang lalu

Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Peserta Diminta Pantau Skillhub

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mengumumkan hasil seleksi Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN)…

20 jam yang lalu