Sabtu, 2 Mei, 2026

Memaknai Pelantikan dan Rakernas II DPP FKDT, Menjaga Warisan Walisongo hingga Mengawal Perpres PPK

MONITOR, Jakarta – Momen Pengukuhan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) Masa Khidmah 2017-2022 dimaknai penting oleh Ketua Umum DPP FKDT Lukman Hakim. 

Ya, FKDT memang berdiri untuk mewadahi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) lembaga pendidikan yang tak lain adalah warisan Walisongo dan para ulama dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Hingga kini, lembaga pendidikan yang meski mendapat gempuran zaman itu pun tetap menunjukkan eksistensinya.

Begitu turur Lukman menggambarkan pentingnya acara yang berlangsung di Hotel Accacia, Jakarta, Selasa (12/9) itu. Menurutnya, sudah menjadi keharusan untuk menjaga warisan tersebut, sebuah lembaga pendidikan yang telah berkontribusi besar mendidik anak bangsa berakhlak al karimah, berbudi pekerti luhur, memiliki pemahaman agama yang kuat dan mengajarkan bagaimana mencintai negara dan bangsanya.

"Bangsa ini sedang gigih-gigihnya melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme dan terorisme. MDT dan Pondok Pesantren adalah Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam (LPKI) yang selama ini terbukti berhasil melawan radikalisme melalui jalur pendidikan keagamaan, dengan cara mengajarkan Islam yang moderat, toleran dan damai," ujarnya disela-sela acara Pengukuhan dan Rakernas tersebut.

- Advertisement -

Semangat tersebut, lanjut Lukman, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendukung Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bangsa dan komitmen kebangsaan. FKDT, Pemerintah dan Bangsa Indonesia pun kini memiliki musuh bersama yang harus diperangi, yakni narkoba dan korupsi yang telah merusak sendi-sendi kemanusiaan dan kebangsaan.

"Menjadi bagian dari FKDT yang menaungi tidak kurang dari 84.966 MDT dengan 6.369.382 santri dan 443.842 ustadz yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, merupakan kebanggaan dan kehormatan. Medan perjuangan yang tak akan ada habisnya, karena lembaga ini tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat," tegas Lukman.

 

FKDT Untuk Masyarakat

Menurut data EMIS Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI (2016/2017), MDT berjumlah 84.796 lembaga yang terdiri atas jenjang MDT Ula sebanyak 72.853 lembaga, wustha sebanyak 10.330 lembaga, dan MDT Ulya sebanyak 1.613 lembaga. Jumlah santri yang mengikuti layanan MDT ini berjumlah 6.000.062 santri, yang terdiri dari santri MDT jenjanh ula sebanyak 5.472,140 jiwa, wustha sebanyak 451.989 jiwa dan Ulya sebanyak 74,933 jiwa. Jumlah guru MDT sebanyak 443.842.

Data tersebut, terang Lukman, yang juga membuat para Kyai, Ustadz menolak kebijakan full day school atau lima hari sekolah. Didalam perjuangan tersebut dimotori oleh kalangan FKDT, RMI, NU dan masyarakat yang layak dimaknai sebagai tonggak perjuangan bersejarah. Dimana pada akhirnya Presiden Joko Widodo menerbitkan Perpres No 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

"Bagi FKDT ini merupakan pemicu semangat betapa masyarakat kita masih membutuhkan Madrasah Diniyah. Selain itu tentu sebagai wahana sosialisasi dan desiminadi gagasan FKDT ditengah-tengah masyarakat," paparnya.

Lukman melanjutkan, yang terpenting saat ini FKDT mengawal produk turunan Perpres tersebut yang nantinya berupa Permendikbud dan Peraturan Menteri Agama (PMA), juga Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) pendidikan karakter. Kawalan tersebut agar program yang seharusnya mengakomodir semua pihak itu tidak berpotensi mematikan MDT.

Hal itu lah yang dimaknai penting oleh Lukman ketika memaknai Pelantikan dan Rakernas DPP FKDT hari ini, yakni untuk membumikan ide, gagasan dan impian komunitas MDT. Didalamnya termasuk ajang silaturrahmi, koordinasi dan konsolidasi organisasi serta memupuk rasa kebersamaan, persaudaraan dan menguatkan FKDT.

"Rakernas menjadi momen strategis merumuskan kebijakan, program dan kegiatan bagi gerak langkah DPP FKDT ke depan dalam memperkuat khidmahnya untuk MDT. Ini adalah era baru DPP FKDT yang kehadiran, kiprah dan daya juangnya dinantikan tidak saja oleh komunitas MDT namun juga masyarakat dan bangsa pada umumnya," pungkas Ketua Umum DPP FKDT itu.

(Pelantikan Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah masa khidmat 2017-2022)

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER