MONITOR, Jakarta – Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menyatakan menolak keras adanya tambahan dana parpol yang baru saja disahkan oleh pemerintah sebesar Rp108 menjadi Rp1000.
"Saya orang yang pertama menolak kenaikan dana Parpol," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9).
Yandri menjelaskan, partai politik masih bisa bertahan tanpa bantuan dana parpol sekalipun, hal tersebut dibuktikan dengan eksistensinya PAN hingga saat ini.
"Selama ini tanpa subsidi Parpol bisa jalan kok. PAN 60 persen gajinya dipotong. Jadi enggak ada masalah sebenernya, tetep on the track," jelasnya.
Sementara penetapan kenaikan dana parpol tersebut tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor 277/MK.02/2017. Kenaikan dana parpol juga diikuti dengan revisi PP Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan kepada Parpol.
Politisi PAN itu mengaku bingung dengan sikap pemerintah yakni Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang justru menyetujui kenaikan dana Parpol hingga 1000 persen.
"Ini juga menjadi pertanyaan kita, kalau saya tidak setuju betul. Karena itu gaduhnya luar biasa, rakyatnya sudah sakit hati, walaupun ga signifikan juga, PAN dapat Rp 9 M per tahun, lah kita patungannya Rp 12 M kok per tahun. Jadi menurut saya enggak elok. PAN tidak pernah mengajukan kenaikan dana Parpol," urainya.
Yandri berharap agar pemerintah bisa membatalkan kenaikan dana partai politik tersebut. Pasalnya, APBN baru akan diputuskan pada bulan depan.
"Saya kira kalau masih bisa dibatalkan bagus itu. Karena baru akan diketok pada APBN 2018 pada Oktober. Saya harap pemerintah membatalkan itu," tandasnya.
Oleh: Akhmad Sururi(Plt. Sekretaris Jenderal DPP FKDT) Kabar duka menyelimuti keluarga besar pegiat pendidikan keagamaan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam meminta Pemerintah dan PT PLN…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…
MONITOR, Tangerang Selatan - Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (IKALUIN) memberikan IKALUIN Award 2026…
MONITOR, Kediri – Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH. Fahim Royani,…
MONITOR, Serang — Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang menggelar Seminar Nasional…