Categories: HUKUMNASIONAL

Aparat Peradilan Kembali Terjaring OTT, KY Kritisi Sistem Pembinaan MA

MONITOR, Jakarta – Publik kembali dikejutkan dengan oprtasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK kepada Panitera dan Hakim di wilayah Bengkulu, Kamis (7/9) pagi. Komisi Yudisial (KY) menilai, kembali terlibatnya panitera dan hakim dalam sebuah kasus menunjukkan adanya sistem pembinaan di Mahkamah Agung (MA) yang tidak berjalan.

"Ini bukan lagi "oknum", tapi ada sistem pembinaan yang tidak berjalan di MA," kata Komisioner Komisi Yudisial Farid Wajdi dalam keterangan tertulis, Kamis (7/9).

Pasalnya, lanjut Farid, belum lama ini Panitera pengganti di PN Jakarta Selatan juga terjaring OTT KPK. Bahkan 2016 lalu, berdasarkan catatan KY terdapat 28 orang aparat pengadilan (hakim, panitera dan pegawai lainnya) yang juga terjaring OTT KPK.

"Membuktikan bahwa sistem pengawasan MA terhadap sekitar 7600 hakim, 22.000 aparatur pengadilan dan 840 pengadilan tidak berjalan dengan baik," tandasnya.

Untuk itu pihaknya berharap Pimpinan MA dapat memimpin upaya bersih-bersih dan pembenahan internal MA. "MA harus mampu meyakinkan dirinya dan publik bahwa perbiatan merendahkan profesi dan lembaga peradilan adalah perbuatan tercela dan juga biang penghianatan yang mesti dicari jalan keluarnya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, diantara terjaring OTT KPK di wilayah Bengkulu adalah Hakim berinisial S, HK bertugas sebagai Panitera Pengganti, DA (pensiunan Panitera Pengganti), DD yang merupakan anak DA, V menantu DA, serta beberapa pihak yang diduga sebagai pemberi suap.

Dari informasi yang didapatkan, saat ini tim penyelidik dan penyidik KPK tengah memeriksa secara intensif di Mapolda Bengkulu Usai pemeriksaan, rencananya mereka akan diterbangkan ke markas lembaga antirasuah, di Gedung Merah Putih Jakarta.

 

Recent Posts

Pemadaman Listrik Bergilir yang Makin Sering Buat Rakyat Resah, Legislator: Sengaja Ada Pembiaran

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam meminta Pemerintah dan PT PLN…

1 jam yang lalu

Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana Kekeringan, DPR Dorong Peningkatan Infrastruktur Ketahanan Air Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

2 jam yang lalu

IKALUIN Berikan Penghargaan kepada 10 Alumni Berprestasi, Berikut Daftarnya

MONITOR, Tangerang Selatan - Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (IKALUIN) memberikan IKALUIN Award 2026…

3 jam yang lalu

Disambut Gus Fahim Royani, Hery Haryanto Azumi Didoakan Maju Ketum PBNU pada Muktamar NU ke-35

MONITOR, Kediri – Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH. Fahim Royani,…

6 jam yang lalu

Seminar Nasional Unpam Serang Bahas Relasi Media Elite dan Massa dalam Pemerintahan Prabowo Gibran

MONITOR, Serang — Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang menggelar Seminar Nasional…

11 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perluas Akses KUR, Bank NTB Syariah Kembali Jadi Penyalur

MONITOR, Mataram – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha…

18 jam yang lalu