Categories: NASIONALPOLITIK

Kampanyekan Isu SARA, Paslon Bisa Langsung Kena Diskualifikasi

MONITOR, Surakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mendiskualifikasi pasangan calon di Pilkada serentak 2018 yang mengkampanyekan isu SARA dan ujaran kebencian.

"Saya tegas soal ini, kalau ada pasangan calon yang membuat isu sara, ujaran kebenciaan dan fitnah harus didiskualifikasi pesta demokrasi tersebut. KPU dan Bawaslu harus tegas," kata Tjahjo dalam pembukaan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental di Stadion Manahan Surakarta, Jumat (25/8).

Tjahjo mengatakan itu bisa dilakukan karena otoritas Undang-undang sudah diberikan kepada KPU dan Bawaslu.

"Saya berharap Pilkada serentak dan Pilpres mendatang berlangsung sukses, dan aman," ujarnya.

Tjahjo juga mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak menyebar atau mengirim berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Saya terus mengingatkan secara pelan-pelan kepada seluruh ASN, apalagi ada Undang-undang IT. Dan banyak memang mereka tidak paham dengan UU IT," ujarnya.

Tjahjo memuji langkah polisi yang mampu membongkar jaringan atau sindikat ujaran kebencian. "Ada 800 ribu konten yang isinya membahas isu agama, memecah belah, membuat fitnah kepada Presiden Jokowi baik orang perorang maupun yang menyangkut partai politik dan Pilkada," tegasnya.

Diketahui Indonesia akan mengadakan dua perhelatan besar yaitu Pilkada serentak 2018 dan Pileg, Pilpres 2019. Untuk pilkada serentak, KPU sudah menetapkan tanggal pencoblosan yaitu pada tanggal 27 Juni 2018. Untuk tahapan Pilkada serentak 2018 akan dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan. Itu berarti tahapan dimulai Agustus 2017.

Pilkada serentak tahun 2018 akan lebih besar daripada Pilkada sebelumnya. Sebanyak 171 daerah akan berpartisipasi pada ajang pemilihan kepala daerah tahun depan.

Dari 171 daerah tersebut, ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018. Beberapa provinsi di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Recent Posts

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

MONITOR, Pandeglang - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur Pandeglang mengapresiasi Program Beasiswa Madrasah…

19 jam yang lalu

Kemenhaj Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Uzbekistan Lewat Wisata Religi

MONITOR, Tashkent - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mendorong penguatan hubungan Indonesia…

21 jam yang lalu

Wakili Megawati Hadiri HUT Demokrat, Rokhmin Dahuri: Persatuan Nasional di Atas Kompetisi Politik

MONITOR, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. Ir. Rokhmin…

23 jam yang lalu

Bansos Bukan untuk Judol, SDM PKH Lumajang Perkuat Edukasi PKM

MONITOR, Lumajang - Upaya mencegah judi online (judol) menyasar keluarga penerima manfaat terus diperkuat hingga…

1 hari yang lalu

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Hukum untuk Jaga Dana Bergulir

MONITOR, Bandung - LPDB Koperasi terus memperkuat tata kelola, kepastian hukum, dan mitigasi risiko dalam…

1 hari yang lalu

Perkuat Tata Kelola Investasi, Pemerintah Integrasikan Perizinan TKA

MONITOR, Jakarta — Pemerintah memperkuat tata kelola investasi dengan mengintegrasikan pelayanan penggunaan Tenaga Kerja Asing…

1 hari yang lalu