Categories: EKONOMIENERGI

Semester I 2017, Pemerintah Telah Realisasikan BBM Satu Harga di 21 Daerah Terpencil

MONITOR, Jakarta – Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mencanangkan program BBM satu harga sepertinya mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat daerah terpencil. Itu terbukti, sejak program tersebut diluncurkan pada pertengahan 2016 lalu, tercatat sudah 21 daerah pedalaman yang sudah menikmati.

Ya, harga BBM di daerah-daerah terpencil seperti dipedalaman Papua misalnya, yang semula bisa mencapai Rp 100.000/liter. Berkat BBM Satu Harga, sekarang jadi hanya Rp 6.450/liter untuk premium dan solar Rp 5.150/liter.

“Realisasi Program BBM Satu Harga sampai Semester I 2017 ini, kita sudah membangun di 21 titik dan ini berlokasi di daerah-daerah terluar seperti Sangihe Talaud di Pulau Morotai, Pulau Nias, dan Pulau Mentawai,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial, seperti dilansir detikFinance (9/8).

Dari 21 titik tersebut, 9 di antaranya berada di Papua. Kesembilan daerah di pedalaman Papua yang sudah mendapat BBM dengan harga sama seperti di Jawa adalah Kabupaten Puncak, Yalimo, Ndunga, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Tolikara, Intan Jaya, Pegunungan Arfak, dan Sorong Selatan.

Program BBM Satu Harga memberikan keadilan pada penduduk di pelosok Indonesia, kini penduduk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) bisa menikmati BBM yang harganya sama dengan di Jawa dan wilayah Indonesia lainnya.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016. Permen ini mewajibkan Badan Usaha penyalur BBM untuk mendirikan penyalur di lokasi-lokasi yang belum terdapat penyalur jenis BBM tertentu dan khusus penugasan (premium dan solar), sehingga masyarakat dapat membeli BBM dengan harga jual eceran yang ditetapkan pemerintah.

Rencananya akan dibangun 150 lembaga penyalur di daerah 3 T hingga 2019 sebagai pelaksanaan BBM Satu Harga, 33 lokasi di antaranya berada di Papua dan Papua Barat.

“Daerah-daerah yang terisolir dan sulit merupakan target-target kita, dan target kita hingga akhir tahun 54 titik. Sampai 2019 kita akan membangun sebanyak 150 penyalur,” tutupnya.

Recent Posts

Mitigasi El Nino, Kementan Masifkan Pendampingan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sukabumi

MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memasifkan langkah strategis dan pendampingan lapangan guna memitigasi…

14 jam yang lalu

Selvi Gibran Tinjau Coaching Clinic LPDB di Pontianak, Perkuat Akses Pembiayaan Koperasi dan UMKM

MONITOR, Jakarta — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi menghadirkan coaching clinic koperasi dalam kegiatan “Heritage in Motion:…

18 jam yang lalu

Guru Besar IPB Ungkap Ketimpangan Industri Perunggasan, Peternak Rakyat Disebut Paling Rentan Bangkrut

MONITOR, Bogor – Guru Besar IPB University, Prof. Yuli Retnani, menyoroti ketimpangan yang dinilai semakin tajam…

19 jam yang lalu

Zayed Foundation Serahkan Bantuan Sekitar USD 190.000 untuk 162 Jemaah Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed…

23 jam yang lalu

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

MONITOR, Bekasi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah…

23 jam yang lalu

Harga Telur Anjlok, Kementan Minta Segera Naik ke Rp26.500 per Kg, BGN Wajibkan Dapur MBG Serap Telur Peternak

MONITOR, Jakarta — Pemerintah bergerak cepat menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat di tengah fluktuasi…

1 hari yang lalu