Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

DPR: Penolakan Permendikbud karena Salah Paham

MONITOR, Jakarta – Peristiwa tewasnya SR, siswa Sekolah Dasar di Sukabumi yang meninggal setelah dipukul teman sekelasnya menuai usulan peninjauan kembali Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) NO 23 tahun 2017 tentang sekolah lima hari.

Namun, Anggota Komisi X DPR RI, Dadang Rusdiana menanggapi lain. Pasalanya, menurut Dadang Permendikbud yang segera dinaikan statusnya menjadi Peraturan Presiden (Perpres) itu akan mengatur pengembangan karakter siswa di Sekolah.

(Baca: Soal Jam Sekolah, KPAI: Tewasnya SR Bahan Koreksi Untuk Mendikbud)

"Penolakan terhadap lima hari belajar (Permendikbud) itu kan dikarenakan salah paham. Dengan 5 hari belajar nanti Perpres akan mengatur bagaimana pembangunan karakter bisa lebih dikembangkan," kata Dadang kepada monitor.co.id, Rabu (9/8).

Lebih lanjut, Dadang menilai terjadi salah paham di masyarakat dalam mengartikan Permendikbud tersebut. Padahal lima hari jam sekolah dimaksudkan agara terjadi sinergitas sekolah formal dengan Madrasah Dniyah.

Penolakan terhadap 5 hari belajar itu kan dikarenakan salah faham, Dikiranya Madrasah tidak jalan, karena anak pulang sore. Padahal dimaksudkan agar guru tetap berada di sekolah yang sama, bagaimana sinergitas sekolah formal dengan Madrasah Diniyah," tambah legislator dari Partai Hanura itu.

Disamping itu, sambung Dadang dengan Permendikbud ini guru dapat mengerjakan perencanaan dan evaluasi sekaligus memenuhi target mengajar 24 jam pelajaran di Sekolah.

"Guru tidak usah mencari-cari lagi jam pelajaran di sekolah lain untuk mengejar target 24 jam pelajaran sesuai aturan mendapat sertifikasi. Jadi guru berada di sekolah setiap hari 8 jam untuk mengerjakan perencanaan dan evaluasi," tuutp Dadang.

Recent Posts

Mitigasi El Nino, Kementan Masifkan Pendampingan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sukabumi

MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memasifkan langkah strategis dan pendampingan lapangan guna memitigasi…

4 jam yang lalu

Selvi Gibran Tinjau Coaching Clinic LPDB di Pontianak, Perkuat Akses Pembiayaan Koperasi dan UMKM

MONITOR, Jakarta — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi menghadirkan coaching clinic koperasi dalam kegiatan “Heritage in Motion:…

8 jam yang lalu

Guru Besar IPB Ungkap Ketimpangan Industri Perunggasan, Peternak Rakyat Disebut Paling Rentan Bangkrut

MONITOR, Bogor – Guru Besar IPB University, Prof. Yuli Retnani, menyoroti ketimpangan yang dinilai semakin tajam…

9 jam yang lalu

Zayed Foundation Serahkan Bantuan Sekitar USD 190.000 untuk 162 Jemaah Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed…

14 jam yang lalu

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

MONITOR, Bekasi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah…

14 jam yang lalu

Harga Telur Anjlok, Kementan Minta Segera Naik ke Rp26.500 per Kg, BGN Wajibkan Dapur MBG Serap Telur Peternak

MONITOR, Jakarta — Pemerintah bergerak cepat menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat di tengah fluktuasi…

15 jam yang lalu