MONITOR, Bekasi – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi marah serta mengecam tindakan brutal yang dilakukan warga di Bekasi terhadap MA (30), korban tewas akibat tuduhan pencurian amplifier mushala.
Saat menyambangi istri korban, Siti Zubaidah, di kediamannya pada Senin (7/8) kemarin, Dedi menegaskan bahwa tindakan pembakaran yang dilakukan massa adalah jelas melangkahi takdir Allah.
"Itu pun bentuknya hukuman dari Allah. Apalagi ini sebenarnya tidak salah. Jadi saya marah sekaligus sedih, mana hati nurani mereka yang lakukan pembakaran ini," tegas Dedi.
Kepada istri korban, Dedi turut mengucapkan belasungkawa atas kejadian nahas yang menimpa almarhum. Tak hanya sekadar ucapan, politisi Golkar yang hendak mencalonkan diri di Pilgub Jawa Barat 2018 ini juga memberikan santunan pada istri korban.
Dalam kesempatan itu, Dedi mengutarakan niatnya untuk memberikan jaminan hidup bagi istri dan anak-anak korban, mulai dari membantu proses kelahiran istri korban hingga biaya hidup sehari-hari sampai kondisinya normal kembali.
"Kami sekarang fokus untuk membantu proses kelahiran istri korban yang akan ditanggung biayanya. Selain itu, kami akan menanggung biaya kehidupan sehari-harinya sampai bisa mapan dan membiayai sendiri," imbuhnya.
