MONITOR, Bekasi – Kasus kematian yang dialami MA (30), pria yang dibakar hidup-hidup akibat tuduhan pencurian amplifier masjid di Bekasi, berbuntut panjang.
Istri korban, Siti Zubaidah (25), menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas para pelaku provokasi dan pembakaran. Wanita yang kini hidup sebatang kara bersama putranya empat tahun dan janin di rahimnya, tak mampu lagi mengeluarkan air mata.
Zubaidah mencoba tegar. Ia hanya bisa pasrah dan meminta keadilan untuk almarhum suaminya tercinta.
"Kalau jujur saya udah enggak bisa nangis lagi. Udah coba tegar saya, bener. Emang dari awal saya nggak nuntut apa-apa, cuma minta keadilan buat suami saya aja," ujar Zubaidah (25) di kediamannya, Minggu (6/8) kemarin.
Dengan mengusut tuntas para pelaku pembakaran, ia berharap kelak tidak akan terulang lagi peristiwa serupa dengan aksi main hakim oleh warga. Karena menurutnya, Indonesia adalah negara hukum. Tidak pantas bagi siapapun diberikan hukuman yang tidak sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Biar ada efek jera dan jadi pelajaran untuk masyarakat lain. Apabila ada kejadian seperti itu, nggak terjadi lagi sampai ngilangin nyawa orang. Cukup biar saya aja yang ngalamin ini," kata Zubaidah.
MONITOR, Bogor – Guru Besar IPB University, Prof. Yuli Retnani, menyoroti ketimpangan yang dinilai semakin tajam…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed…
MONITOR, Bekasi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah…
MONITOR, Jakarta — Pemerintah bergerak cepat menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat di tengah fluktuasi…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan…
MONITOR, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab…