MONITOR, Jakarta – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus beradaptasi mengikuti tantangan industri pengolahan melalui kolaborasi. Disaksikan oleh Fajar Harry Sampurna Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, PT Barata Indonesia (Persero) bersama PT Boma Bisma Indra (Persero), dan PT Pindad (Persero) menandatangani nota kesepahaman di kantor Kementerian BUMN lantai 6, Senin, (7/8).
Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan awareness dan efisiensi di bidang produksi, pemasaran dan penjualan, layanan purna jual, fasilitas dan kapasitas produksi, nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), fabrikasi, pengecoran dan permesinan, EPC dan R&D.
Dalam sambutannya, Fajar Harry Sampoerna Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, menyampaikan bahwa momentum ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan industri pengolahan di Indonesia.
"BUMN harus mampu berjuang untuk meningkatkan kinerjanya jangan hanya bertumpu pada regulasi. "Dengan sinergi ini diharapkan akan mendorong perubahan dan inovasi," tegas Fajar.
MONITOR, Bogor – Guru Besar IPB University, Prof. Yuli Retnani, menyoroti ketimpangan yang dinilai semakin tajam…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed…
MONITOR, Bekasi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah…
MONITOR, Jakarta — Pemerintah bergerak cepat menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat di tengah fluktuasi…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan…
MONITOR, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab…