MONITOR, Pontianak – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan, terpantau sebanyak 150 titik api di Provinsi Kalimantan Barat sepanjang hari Minggu, akibat kebakaran hutan dan lahan di provinsi itu.
"Sebanyak 150 titik api tersebut terpantau melalui satelit Aqua, Terra, SNNP pada katalog modis Lapan sepanjang hari ini," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis seperti dilansir dari Antara di Pontianak. Minggu (6/8).
Ia menjelaskan, jumlah titik api tersebut jauh lebih banyak daripada daerah lainnya, secara nasional yang terdeteksi sebanyak 282 titik api.
Adapun sebaran titik api tersebut, yakni terbanyak di Kalbar sebanyak 150 titik api, Sumsel 23, Riau 16, Sulsel 18, Sumut sembilan, Jabar lima titik api dan lain-lain.
"Di lapangan jumlah titik api ini kemungkinan lebih banyak karena adanya daerah-daerah yang tidak terlintasi satelit saat ada kebakaran hutan dan lahan," ungkapnya.
Hingga saat ini lima provinsi telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, yaitu Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalbar dan Kalsel, dan di Kalbar terdapat lima kabupaten yang telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, yaitu Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sekadau, Melawi, dan Bengkayang.
Namun, menurut dia justru daerah yang banyak titik api, seperti Kabupaten Kapuas Hulu, Sanggau, Sintang dan Landak, belum menetapkan siaga darurat Karhutla.
"Untuk hari ini saja titik api akibat Karhutla di Kalbar, Minggu (6/8), yakni terbanyak di, Kabupaten Sanggau 45 titik api, Kapuas Hulu sebanyak 23 titik api, Sintang 23, Kubu Raya 19, Landak 13, Melawi tujuh, Pontianak delapan, dan Sekadau dua titik api," katanya.
Sutopo menambahkan, lokasi titik api, berada pada lahan perkebunan swasta, lahan milik masyarakat, dan di taman nasional yang tersebar di data di atas di beberapa provinsi tersebut. (ANT)
