Categories: NASIONALPOLITIK

Usai Menghujat PDIP, Arief Poyuono Mendadak Kagumi Megawati

MONITOR, Jakarta – Sikap Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mendadak berubah drastis. Usai menghujat PDI Perjuangan dan menyebut seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), Arief kini memuji pimpinan partai berlambang banteng moncong putih.

Kepada wartawan, Arief mengaku sangat mengagumi sosok Megawati Soekarnoputri. Ia bercerita, sejak jaman orde baru ia cukup mengamati sepak terjang putri Bapak Proklamator itu. Bahkan Arief mengaku memiliki kedekatan cukup baik dengan Megawati dan keluarganya.

"Saya ini, ayah saya itu tokoh PDIP, ayah saya itu PNI, pernah dipenjara bersama Pak Taufik Kiemas oleh Orde Baru. Jadi, hubungan saya dengan Ibu Megawati itu sudah bukan lagi hubungan politik. Artinya, saya menghormati Ibu Megawati itu sudah seperti orang tua saya sendiri," terang Arief, Rabu (2/8).

Arief menambahkan, ia sangat kenal gaya kepemimpinan Megawati. Ibu dari Puan Maharani itu, dikenalnya sebagai sosok pemimpin yang konsisten dalam memperjuangkan hak-hak rakyatnya. Mulai jaman Soeharto, saat menjadi Presiden RI hingga menjadi kubu oposisi SBY.

Tak hanya kagum, Arief diam-diam mengaku menjadikan Megawati sebagai sosok idola dan inspirasinya. Dalam berpolitik, ia mengenal Megawati sebagai politikus yang tangguh.

"Selama ini saya menjadikan Ibu Megawati sebagai inspirasi berjuang. Apa yang saya ambil? Sikap beliau konsisten dalam perjuangannya, misalnya ketika melawan Soeharto. Saat itu ayah saya masih hidup, masih bersama dia berjuang. Yang kedua, ketika dia menjadi presiden, memimpin dengan baik, melahirkan negara yang demokrasi yang saat ini Pemilu langsung, dia tidak otoritarian," papar Arief.

Dengan begitu, Arief menampik bahwa dirinya ingin menyamakan PDI Perjuangan seperti PKI. Sekedar diketahui, Politikus Gerindra ini sudah mengirimkan surat permintaan maaf kepada Ketua Umum PDIP Megawati dan jajaran kader PDIP. Dalam surat itu, ia mengaku khilaf dan mengklarifikasi bahwa tak bermaksud melecehkan PDIP.

Recent Posts

Kampanye Produk Dalam Negeri, Kemenperin Ajak Masyarakat Pakai Peralatan Sekolah Lokal

MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…

3 jam yang lalu

Komisi II DPR Sebut RUU Adminduk Pertegas Transformasi Layanan, NIK Akan Jadi Identitas Tunggal

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…

6 jam yang lalu

Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Keberanian Mengubah Paradigma Pembangunan dari Eksploitasi SDA ke Blue Economy

MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…

7 jam yang lalu

MoU Penghentian Perang AS-Iran Dinilai Rapuh

MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…

8 jam yang lalu

Khitan Holiday V Jufi Hadirkan Khitan Gratis untuk Anak di Tangsel, Tebar Manfaat Saat Libur Sekolah

MONITOR, Tangsel – Momentum libur sekolah dimanfaatkan Jurnalis Filantropi Indonesia (Jufi) untuk menghadirkan aksi sosial melalui program Khitan Holiday…

11 jam yang lalu

Rakernas Evaluasi Haji, Wamenhaj Ajak Bangun Budaya Kerja Baru Demi Pelayanan Terbaik bagi Jemaah

MONITOR, Jakarta — Transformasi penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh penyempurnaan sistem dan regulasi,…

20 jam yang lalu