Categories: BISNISEKONOMI

Beban Meningkat Tajam, Laba XL Terjerembab 36,32 Persen di Semester I

MONITOR, Jakarta – PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan laba bersih perusahaan Rp143,11 miliar, turun 36,32 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp224,74 miliar.

Pada semester pertama tahun ini, pendapatan perusahaan masih tercatat tumbuh tipis sebesar 0,73 persen dari Rp10,85 triliun menjadi Rp10,93 triliun. Namun, beban interkonesi perusahaan meningkat cukup tajam menjadi Rp1,2 dari sebelumnya sebesar Rp822 miliar.

Direktur Utama XL Axiata Dian Siswarini menjelaskan, peningkatan beban berasal dari promosi perusahaan untuk off net call di luar Pulau Jawa. Hal ini dilakukan untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas di luar Pulau Jawa.

"Off net call ini yang jadi membuat beban interkoneksi meningkat," ujar Dian di Jakarta, Senin (31/7).

Selain disebabkan peningkatan beban, menurut Direktur Keuangan Mohammed Adlan Bin Ahmad Tajudin, pada tahun lalu, perseroan memperoleh pendapatan yang cukup besar dari penjualan beberapa menara yang dimiliki perusahaan. 

"Makanya jadi ada pendapatan. Kalau kami tidak ambil Rp550 miliar kami rugi tahun lalu," ungkap Adlan, 

Sementara itu, Adapun pada semester pertama tahun ini, menurut Adlan, kontribusi penjualan perseroan mayoritas berasal dari data yang mencapai 70 persen. Sementara sisanya, berasal dari voice dan SMS.

Untuk realisasi belanja modal perseroan hingga semester I 2017 baru mencapai Rp4,7 triliun. Mayoritas dana digunakan untuk layanan 4g.

Di sisi lain, XL Axiata memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp1,2 triliun kepada perbankan tahun ini. Rencananya, perusahaan akan melakukan refinancing untuk melunasi utang tersebut.

Namun, manajemen belum dapat memastikan opsi apa yang akan digunakan untuk refinancing. Hanya saja, XL Axiata masih memiliki ruang untuk menerbitkan sukuk sebesar Rp2,82 triliun dari total Rp5 triliun.

"Dari segi utang ada yang harus dilunasi, Tapi kami belum pastiin melalui yang mana," tegas Adlen. 

Recent Posts

Kementerian UMKM Alokasikan Anggaran Percepatan Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

MONITOR, Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dukungan…

16 jam yang lalu

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

18 jam yang lalu

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

MONITOR, Guangzhou, Cina - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

1 hari yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

1 hari yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

2 hari yang lalu