MONITOR, Jakarta – Ratusan sopir angkutan kota (angkot) se-Sukabumi,Jawa Barat, mendatangi kantor Dinas Perhubungan Kota Sukabumi meminta agar angkutan sistem daring dihapuskan merugikan angkutan konvensional.
“Kami datang karena merasa kecewa dengan adanya angkutan umum sistem daring atau online baik ojek maupun taksi, karena pendapat sopir angkot konvensional seperti kami menurun drastis hingga 90 persen, “ Kata pengurus angkot trayek 08 Sukabumi-Cisaat Jon di sukabumi, sebagaiman dilansir antaranews.com,Senin (31/7/2017)
Keberadaan angkutan sistem daring ini di anggapnya tidak berizin karena sampai sekarang belum ada aturan daerah seperti perda yang mengatur keberadaan ojek/taksi online.
Para supir angkot yang melakukan demo di depan dishub kali ini kesal lantaran semenjak adanya angkutan daring pendapatan mereka menurun drastis.
“jumlah angkot trayek 08 yang beroperasi sekarang sekitar 400 unit, namun dari jumlah tersebut hanya beberapa saja karena sepi penumpang,” tambahnya.
Mereka berharap pihak dinas perhubungan Kota Sukabumi segera merespon tuntutan mereka.
MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…
MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…
MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…
MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…