MONITOR, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan peran ulama yang begitu besar dalam mendirikan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya sangat tidak mungkin jika ulama berniat merusak dan memecah belah bangsa Indonesia.
“Ulama berperan besar dalam mendirikan dan melanggengkan bangsa Indonesia, maka sangatlah tidak mungkin apabila ada Ulama yang akan menentang Pancasila, apalagi merusak dan memecah belah bangsa ini,” kata Gatot dalam siaran pers yang diterima, Senin (31/8).
Lebih lanjut, Gatot mengatakan, Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa sudah merupakan suatu kesepakatan para pendidiri bangsa termasuk para ulama. Maka dari itu, dasar negara yang tertuang dalam Pancasila sudah final.
Pancasila sebagai dasar negara sudah final dan siapa pun tidak boleh mengubahnya. Jadi, kalau ada Ulama yang mengajak untuk merubah Pancasila, jangan percaya, ucap Gatot.
Gatot juga mengingatkan, umat Islam untuk tidak percaya jika ada Ulama yang ingin mengubah Pancasila. Jika ada yang mengaku ulama dan ingin mengubah Pancasila, menurutnya itu merupakan ulama bayaran yang fitugaskan merusak Indonesia.
“Siapapun tidak boleh mengubah Pancasila. Kalau ada yang mengaku ulama ingin mengubah Pancasila, maka pasti itu ulama dari luar yang dibayar untuk merusak Indonesia. Karena ulama Indonesia tidak akan memecah belah keutuhan negara,” tegas Gatot.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk…
Oleh: Boy Anugerah* Setiap tanggal 9 Mei, Rusia melakukan “ritual” rutin kenegaraan yang diselenggarakan di Moskow…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat program hilirisasi industri nasional yang tidak hanya menyasar…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan seleksi kerja bagi penyandang disabilitas Tuli melalui pertemuan langsung…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Muhammad Khozin menyoroti ramainya polemik…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti pembubaran…