Categories: EKONOMIKEUANGAN

BI Jangkau Perderan Uang Rupiah Hingga Wilayah Perbatasan

MONITOR, Tarakan – Bank Indonesia semakin memperkuat konektivitas perederan uang di wilayah perbatasan sejak diterapkannya Undang-Undang Peredaran Mata Uang. Ketentuan tersebut juga mengatur bahwa transaksi di Indonesia untuk wilayah perbatasan, mewajibkan penggunaan uang tunai dalam betuk rupiah.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menuturkan, semenjak ada UU Peredaran Mata Uang, shifting penggunaan rupiah di perbatasan semakin tinggi. Bahkan ketika kemarin di pertemuan rapat  koordinasi inflasi, lanjut Agus, Kapolri menekankan kepada masyarakat termasuk penegak hukum, bahwa penggunaan rupiah betul-betul dishifting di Indonesia. 

"Di perbatasan sendiri, jika seandainya di perbatasan tidak tersedia rupiah yang cukup,dan denominasi yang cukup, tentu akan sulit. Makanya, BI hadir di sini untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah masyarakat di Kalimantan Utara," kata Agus di Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (29/7/2017) pagi.

Seperti saat ini, BI hadir dan membuka kantor cabang perwakilan daerah di Tarakan. Dan di daerah perbatasan seperti di Nunukan.

Dengan adanya kantor perwakilan BI, maka diharapakan adanya rupiah yang cukup, dan kualitas uang yang baik akan meningkatkan kedisiplinan masyarakatnya dalam menggunakan rupiah. 

Selain itu, BI memiliki program tersendiri untuk peredaran mata uang di wilayah perbatasan, yakni lewat BI Jangkau. Mengartikan bahwa BI memberikan perhatian pada paling tidak di 12 daerah perbatasan antara Indonesia dengan negara tetangga.

"Jadi kami hadir di sana, Bapak Presiden menyiapkan fasilitas supaya di perbatasan itu ada kantor imigrasi, polisi, dan BI mendorong untuk adanya kegiatan, misalnya money changer atau fasilitas perbankan. Tentu ditambah pihak kepolisian dan militernya di sana," pungkasnya. 
 

Recent Posts

Kementerian UMKM Alokasikan Anggaran Percepatan Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

MONITOR, Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dukungan…

1 hari yang lalu

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

1 hari yang lalu

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

MONITOR, Guangzhou, Cina - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

2 hari yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

2 hari yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

2 hari yang lalu