MONITOR, Jakarta – Penggerebekan yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pangan terhadap pabrik) PT Indo Beras Unggul beberapa waktu lalu mendapatkan apresiasi dari Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko.
"Saya senang karena itu mengingatkan," kata Moeldoko, dalam diskusi bertajuk 'Republik Beras' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/7).
Namun demikian, dia menyayangkan regulasi tahapan beras belum maksimal. Mengingat permasalahan yang menimpa petani bermula dari proses awal. Yakni dari budidaya, pasca panen, hingga tata niaga atau proses penjualan.
"Kalau semua dibrand dari awal, tidak gini. Jangan seperti rencana baru bangun tidur," tandasnya.
Sebelumnya, Satgas Pangan melakukan penggerebekan pabrik PT IBU di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu. Penggerebekan ini dipimpin langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Dalam penggerebekan itu, sejumlah 1.162 ton beras berhasil disita. Mengingat beras jenis IR 64 ini disinyalir telah dikemas ulang menggunakan kemasan beras premium, lalu dijual hingga tiga kali lipat dibanding harga beras jenis IR 64.
Pihak kepolisian menduga PT IBU bertindak curang lantaran beras bersubsidi dikemas menggunakan bungkus premium bermerek Makyuss dan Ayam Jago. Selain itu, PT IBU juga disinyalir menipu konsumen lantaran mencantumkan nilai gizi beras tak sesuai fakta.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk…
Oleh: Boy Anugerah* Setiap tanggal 9 Mei, Rusia melakukan “ritual” rutin kenegaraan yang diselenggarakan di Moskow…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat program hilirisasi industri nasional yang tidak hanya menyasar…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan seleksi kerja bagi penyandang disabilitas Tuli melalui pertemuan langsung…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Muhammad Khozin menyoroti ramainya polemik…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti pembubaran…