Categories: EKONOMIKEUANGAN

Penyerapan Tenaga Kerja Menyusut Pada Kuartal II-2017

MONITOR, Jakarta– Penyerapan Tenaga kerja Indonesia menyusut ditengah realisasi penanaman modal pada kuartal II-2017 memang naik 12,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM)  mencatat, hanya 345.243 orang yang diserap sebagai tenaga kerja pada kuartal II-2017. Padahal periode yang sama tahun lalu, penyerapan tenaga kerja mencapai 354.739 orang.

"Sekarang ini beberapa sektor yang nampaknya tumbuh tinggi seperti petrochemical ternyata penyerapan tenaga kerjanya kecil dibandingkan industri manufaktur atau kontruksi," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Sri Mulyani mengungkapkan kementerian terkait harus melihat kondisi penyerapan tenaga kerja yang menurun. Pemerintah juga harus bisa mengarahkan investasi ke sektor-sektor yang bisa menyerap tenaga kerja banyak.

Namun pemerintah mengaku akan terlebih dulu melihat realisasi investasi secara menyeluruh. Termasuk melihat komposisi Penanaman Modal Asing ( PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMDN).

"Kemampuan untuk menciptakan penyerapan tenaga kerja akan dilihat berdasarkan sektornya," Ujar Mantan Direktur Pelaksana World Bank ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah angkatan kerja per Februari 2017 mencapai 131,55 juta orang, naik 3,88 juta orang dibandingkan Februari 2016. Sementara penduduk yang bekerja sebanyak 124,54 juta orang, naik 3,89 juta orang dibandingkan Februari 2016.

Sektor informal masih menjadi primadona. Pada Februari 2017, 58,35 persen penduduk bekerja pada kegiatan informal. Persentase ini naik 0,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Setahun terakhir, peningkatan persentase penduduk bekerja terjadi di sektor jasa kemasyarakatan 0,42 persen, transportasi pergudangan dan komunikasi 0,27 persen, pertanian 0,12 persen, industri 0,07 persen. Adapun sektor yang mengalami penurunan yakni sektor konstruksi 0,64 persen dan perdagangan 0,25 persen.

Sementara data pengangguran tercatat 5,33 persen atau 7,01 juta orang. Dibandingkan Februari 2016 yang sebesar 5,50 persen, maka data pengangguran terbuka Februari 2017 mengalami penurunan 0,17 persen atau 10.000 orang.

Recent Posts

IPW Apresiasi Kepemimpinan Irjen Agus Suryonugroho di Korlantas: Humanis, Profesional dan Berbasis Teknologi

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) memberikan apresiasi atas kepemimpinan Irjen Pol. Agus Suryonugroho…

18 menit yang lalu

Lolos Karantina, 10.362 Ekor Ikan Hidup Asal Natuna Kembali Diekspor ke Hong Kong

MONITOR, Batam – Sebanyak 10.362 ekor ikan hidup asal Kabupaten Natuna kembali berhasil menembus pasar…

13 jam yang lalu

Rukun, Kompak dan Bahagia, Warga RT 03 Perumahan Muslim Alfalaah 3 Gelar Family Gathering

MONITOR, Cisarua - Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat rasa kebersamaan, warga Perumahan Muslim Alfalaah…

1 hari yang lalu

Pajak JHT Jadi Polemik, Legislator: Negara Harusnya Beri Rasa Aman ke Pekerja di Tengah Ancaman PHK

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyoroti soal polemik pengenaan tarif pajak…

1 hari yang lalu

Komisi XIII DPR Soroti Pengadaan Gembok Ditjenpas yang Dalam 2 Tahun Capai Hingga Rp 92 M, Minta Ada Audit

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI, Pangeran Khairul Saleh menyoroti program pengadaann gembok…

1 hari yang lalu

Dorong Penanganan Karhutla, Prof Rokhmin: Edukasi Rakyat, Hukum Tegas Korporasi Pembakar Hutan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan…

2 hari yang lalu