MONITOR, Jakarta – Tarif perang data antar operator semakin sengit, dan tidak sehat. Hal ini membuat operator Indosat Ooredo membuat acara seminar yang bertajuk “mencari tariff data yang ideal”. Selasa.
Direktur Utama Indosat Alex Rusli menuturkan, Industri Telekomunikasi jika ingin sukses ada tigal hal: pertama, Uang, kemudian teknologi, dan yang terakhir regulasi.
“ Saat ini, Perang harga Yang terjadi merupakan implikasi dari reguolasi yang ada. Kami mengirimkan surat ke pemerintah karena melihat kondisi yang ada untuk kompetisi yang sehat” ujar Alex.
Selain itu, Alex pun menambahkan menginginkan kualitas industri teknologi semakin bagus, karena ke depan sudah masuk ke era digital.
Usul yang diberikan indosat adalah kemkominfo melakukan pengawasan terhadap tariff batas bawah yang dilakukan setiap kuartal dan dapat dicel dari laporan pendapatan yield data. Meski begitu, operator tetap dibolehkan menawarkan tariff promosi (lebih rendah dari batas bawah) dengan durasi terbatas. Jangka waktu maksimal bagi operator dalam memberlakukan tariff promosi juga ditetapkan oleh pemerintah dan berbeda untuk tiap operator.
MONITOR, Madiun - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mendorong penyelenggaraan Expo UMKM &…
MONITOR, Makassar — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah melalui…
MONITOR, Semarang - Pengembangan Al-Qur’an Isyarat di Indonesia terus bergerak maju, mulai dari aspirasi komunitas…
MONITOR, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melantik Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren pertama serta empat…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meluncurkan hotline pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan…