MONITOR, Jakarta – Persaingan perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia semakin memanas. Kebutuhan masyarakat yang tinggi akan akan jaringan internet, memicu perusahaan-perusahaan telekomunikasi di Indonesia untuk mencuri perhatian masyarakat. Salah satunya dengan melakukan perang harga dan tarif.
Menurut Tulus Abadi, S.H selaku Ketua Lembaga Yayasan Konsumen Indonesia (LYKI), provider komunikasi di Indonesia sudah terlalu banyak. Hal tersebut membuat konsumen menjadi korban persaingan yang tidak sehat.
“Terkait banyaknya jumlah perusahaan telekomunikasi di Indonesia, harus dilakukan konsolidasi”. Ujar Tulus.
Selain itu, Tulus membandingkan Cina dan Indonesia terkait pasar operator telekomunikasi. “Di cina penduduk banyak, operator sedikit. Di indonesia penduduk sedikit, operator banyak”. Terang Tulus.
Permasalahan komunikasi saat ini disebabkan oleh adanya asimetri informasi, edukasi kepada konsumen terlalu minimalis. Seharusnya lebih banyak edukasi secara teknis, tapi justru lebih banyak promosi/marketing.
MONITOR, Batam – Sebanyak 10.362 ekor ikan hidup asal Kabupaten Natuna kembali berhasil menembus pasar…
MONITOR, Cisarua - Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat rasa kebersamaan, warga Perumahan Muslim Alfalaah…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyoroti soal polemik pengenaan tarif pajak…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI, Pangeran Khairul Saleh menyoroti program pengadaann gembok…
MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengecam lagu berjudul 'Lalaki…