Categories: NASIONAL

FPKB akan Kawal Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Sertifikasi dan Inpasing Tertunggak

MONITOR, Jakarta – Fraksi PKB memastikan akan terus mengawal agar Tunjangan Profesi Guru (TPG) Sertifikasi dan Inpasing Kementerian Agama RI yang belum terbayarkan tahun 2013-2017 dituntaskan oleh Pemerintah tahun ini. 

Demikian hal itu ditegaskan oleh KH. Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPRI FPKB usai Rapat Kerja Komisi VIII dengan seluruh Kementerian & Lembaga Parnert Kerja Komisi VIII pada Selasa (24/06) di Ruang Rapat Komisi VIII Gedung DPR RI Senayan, Jakarta.

Dalam Raker, Komisi VIII DPR RI menyetujui pengajuan anggaran tambahan oleh Kementerian Agama RI pada APBN-P Tahun 2017. 

"Anggaran itu diperuntukkan untuk pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) Sertifikasi dan Inpasing sebanyak 349 ribu orang tahun 2013-2017", Papar Maman. 

Maman mengapresiasi kinerja Kemenag RI yang melalui anggaran APBN-P 2017, akhirnya dapat memenuhi hak para Guru Sertifikan PNS dan Non PNS. 

Selama ini, Komisi VIII DPR RI mendorong terus agar persoalan tunggakan TPG sertifikasi dan Inpasing bisa tuntas. Untuk itu Komisi VIII membentuk Panja Sertifikasi dan Inpasing. 

"DPR serius memperjuangkan nasib guru sertifikasi dan inpasing dengan menyetujui pengajuan  anggaran tambahan sebesar 4,6 T khusus untuk pelunasan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TGP) yang selama ini terhutang dari tahun 2013 sampai 2017", jelas Maman.

Maman juga menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap proses pencairan TPG PNS maupun Honorer serta Inpassing ini agar betul-betul cepat terealisasikan. Karena itu, sudah jauh-jauh hari Maman selalu mengingatkan agar Kemenag RI melakukan validasi data dalam rangka mempercepat proses yang selama ini terhambat karena prosedural yang bertele-tele. Hal itu jelas mempersulit para Guru dalam memperoleh hak-haknya.

Maman juga mengingatkan agar ke depan kasus terhambatnya TPG Sertifikan dan Inpassing ini tidak terulang. 

"Ini pelajaran bagi Pemerintah agar menunaikan kewajibannya terhadap kinerja para guru demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas di Indonesia", Tegas Maman.

Recent Posts

GODF 2026 Qingdau, Prof Rokhmin beberkan Potensi Akuakultur RI dan Tantangan Pembiayaan

MONITOR - Indonesia memiliki potensi ekonomi akuakultur yang diperkirakan mencapai US$210 miliar per tahun, namun…

5 jam yang lalu

Ekoteologi Kampus PTKIN Terus Mendapat Pengakuan Nasional, Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

MONITOR, Jakarta – Ekosistem pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama kembali menorehkan tinta emas…

9 jam yang lalu

BM PAN Konsolidasikan Pengurus 2026–2031, Slamet Ariyadi Serukan Satu Komando

MONITOR, Jakarta - Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) menggelar Meet and Greet Pengurus…

14 jam yang lalu

Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat, TNI Perkuat Pengamanan Dan Kejar Pelaku

MONITOR, Jakarta - Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat…

15 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dampingi Usaha Menengah Menuju IPO melalui RISE TO IPO 2026

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong usaha menengah untuk…

16 jam yang lalu

Prof Rokhmin Dahuri Tinjau Industri Perikanan Modern China, Dorong Penguatan Ekonomi Biru Indonesia

MONITOR, QINGDAO, CHINA - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin…

19 jam yang lalu