Categories: NASIONAL

Ini Hasil Rekomendasi Forum Parlemen se-ASEAN

MONITOR, Jakarta – Sidang AIPA Caucus ke-9 yang dihadiri 35 anggota parlemen dari sepuluh negara anggota Asean, sukses terselenggara di Jakarta, dengan DPR RI sebagai tuan rumah. Sejumlah isu menjadi rekomendasi AIPA Caucus untuk selanjutnya akan dibahas dalam AIPA General Assembly yang akan diselenggarakan di Manila.

"Tujuan AIPA Caucus ini untuk mensinkronkan komitmen antara apa yang menjadi keputusan di tingkat ASEAN dengan komitmen parlemen yang merupakan kamar legislatif yang ikut merancang undang-undang," ungkap Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon didampingi Ketua BKSAP Nurhayati Assegaf, Wakil Ketua BKSAP Juliari Batubara, dan Sekjen AIPA Isra Sunthornvut di Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Dalam forum parlemen negera se-Asean ini, DPR  mengusulkan dua tema besar untuk dibahas secara mendalam, yaitu kerja sama maritim dan penyelesaian konflik secara damai. Kedua isu ini menjadi urgen, mengingat 80 persen kawasan ASEAN terdiri dari laut.

Salah satu speaker dalam AIPA Caucus, Deputi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim Arif Havas Oegroseno, menyoroti tantangan yang ada di kelautan, baik tradisional dan non-tradisional. Ancaman sampah laut menjadi perhatiannya, sebab jika tidak ditindaklanjuti maka berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan bagi generasi masa depan.

Terkait sampah laut, DPR mengusulkan agar konsep ramah lingkungan menjadi pembahasan dan inisiatif di dalam AIPA, termasuk dalam pertemuan-pertemuan AIPA yang berkonsep hijau. 

Sementara pada sesi yang lain, Menteri Luar Negeri era SBY,  Marty Natalegawa menyampaikan relevansi ASEAN sebagai organisasi regional untuk mengutamakan penanganan konflik secara damai. Seperti ketegangan di Laut Cina Selatan dan Semenanjung Korea. DPR, mendorong agar parlemen dapat membangun kerangka legislatif yang dapat mendukung penyelesaian konflik secara damai.

Selain itu, delegasi melaporkan beberapa perkembangan pelaksanaan CITES (Convention on International Trade on Endangered Species of Wild Flora and Fauna). Diketahui, perdagangan satwa dan tumbuhan terancam bersifat lintas batas di kawasan ASEAN.Untuk itu, DPR dan parlemen Singapura mendukung usulan Thailand untuk membentuk Satgas Khusus di AIPA. 

DPR juga menginisiasi sebuah sesi khusus untuk pengembangan kapasitas AIPA, diantaranya: mengembangkan AIPA menjadi mitra sejajar ASEAN, mereformasi sekretariat AIPA dan menstandarisasi prosedur pelaksanaan dan pengawasan atas implementasi sebuah resolusi AIPA di level nasional. (ann/sc) Foto : Arief                      

Recent Posts

Sambut Kepulangan PPIH Daker Madinah dan Bandara, Wamenhaj Sampaikan Apresiasi atas Suksesnya Haji 2026

MONITOR, Tangerang – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyambut langsung kepulangan…

5 jam yang lalu

Konsolidasi Nasional PSGA 2026: Sahkan 4 Rekomendasi Strategis Kampus Inklusif

MONITOR, Cirebon - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI melalui Subdirektorat Penelitian…

9 jam yang lalu

Puan Pimpin Rapat Paripurna Soal RAPBN 2027 Hingga Persetujuan Calon BS OJK

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna DPR dengan sejumlah agenda.…

13 jam yang lalu

Soroti Dinamika Jelang Muktamar NU, IKA PMII UI Dorong Gus Hery Maju Ketum PBNU

MONITOR, Jakarta - Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (IKA PMII UI) prihatin…

15 jam yang lalu

Catatan IPW di HUT Ke-80 Bhayangkara: Reformasi Polri, Penguatan Kompolnas, dan Fungsi Wasidik

MONITOR, Jakarta – Delapan puluh tahun perjalanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) seharusnya menjadi momentum…

15 jam yang lalu

HUT ke-80 Polri, Komisi III DPR Harap Polisi Makin Humanis dan Responsif

MONITOR, Jakarta - Dalam rangka HUT ke-80 Polri yang diperingati setiap tanggal 1 Juli, Anggota…

18 jam yang lalu