MONITOR, Jakarta – Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar (DPP PG) Idrus Marham mengatakan saat ini pihaknya tengah meyakinkan publik bahwa status tersangka yang diemban ketua umumnya, Setya Novanto tidak berpengaruh pada kesolidan partai berlambang beringin tersebut.
Saat ini menurut Idrus, Golkar akan melakukan tiga langkah menyikapi penetapan status tersangka ketua umumnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.
"Ketiga langkah tersebut adalah langkah organisasi, langkah hukum, dan langkah politik," kata Sekretaris Jenderal DPP PG, Idrus Marham, dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (18/7).
Ketiga langkah tersebut lanjut Idrus sudah ditetapkan dalam rapat konsolidasi DPP PG yang dilakukan secara mendadak di kantor DPP Golkar Slipi, Jakarta, Senin (17/7) malam.
Adapun langkah pertama, kata Idrus adalah DPP PG ingin segera mengambil alih langkah sementara, agar partai berlambang pohon beringin itu tetap solid.
"PG juga harus meyakinkan publik, bahwa status tersangka yang ditetapkan kepada Novanto tidak mempengaruhi organisasi PG. Kepemimpinan di PG tetap efektif dan sesuai sistem," katanya.
Langkah kedua, adalah langkah hukum dimana DPP PG masih menunggu surat keputusan KPK yang menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka setelah menerima surat keputusan resmi, kata dia, DPP PG akan melakukan langkah hukum lanjutan, apakah prapradilan atau langkah hukum lainnya.
Langkah ketiga, adalah langkah politik, yaitu DPP PG akan memastikan bahwa status tersangka terhadap Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto tidak mempengaruhi Partai Golkar dalam koalisi partai politik pendukung Pemerintah.
Posisi tersebut, menurut Idrus, PG sebagai pendukung Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pemilu 2019, yang telah diputuskan dalam Rapimnas adalah tetap.
