Categories: NASIONALPOLITIK

GP Ansor Jaktim Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

MONITOR, Jakarta – Hizbut Tahrir yang masuk di Indonesia medio 80an dengan nama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), merupakan organisasi yang berlandaskan doktrin dan tujuan Khilafah Islamiyah, dengan pola Gerakan dakwah yang dirintis di kampus-kampus besar. Pergerakannya dengan spektrum isu monarki teokrasi/Pan islamisme tentu bertentangan dengan Republik Indonesia nation state yang demokratis dan dengan Pancasila sebagai dasar negara.

Begitu dikatakan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jakarta Timur, Mahmud Muzoffar, dalam diskusi bertajuk "Pembubaran HTI dan Amanat Konstitusi Kita" di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (10/7)

"Dengan demikian, eksistensi HTI menimbulkan polemik dengan kelompok nasionalis, khususnya kelompok nasionalis agama moderat seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan rakyat Indonesia secara umum," kata Mahmud. 

Dikatakan Mahmud, NU yang sejak awal berdiri sudah mengawinkan agama dan nasionalisme, tentu berseberangan dengan HTI lewat visi misinya di Indonesia, seperti dikatakan pendiri NU,  Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ary bahwa agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan, Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan.

"Selangkah lagi pemerintah akan menciptakan sejarah lewat berbagai pertimbangan, Menkopolhukam Wiranto (Senin,  8 Mei 2017 lalu) mengumumkan niat pemerintah untuk membubarkan HTI, karena ada proses pengajuan kepada lembaga peradilan," terang Mahmud. 

Untuk itu, pemerintah juga sedang menyiapkan draf hukum sebagai legalitas pembubaran HTI. Di lain kesempatan, Kejaksaan Agung merekomendasikan pemerintah (presiden) menerbitkan Keppres atau Perppu. Sedangkan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), merekomendasikan pembubaran melalui Keppres  yang menurutnya, pembubaran tersebut bisa dilakukan cepat dan tak perlu melalui proses pengadilan yang butuh waktu lama dan dapat dijalankan saat itu juga. Meski demikian, HTI tetap diberi hak membela diri di pengadilan.

Tercatat,  ada 17 negara yang melarang Hizbut Tahrir yakni Yordania, Mesir, Suriah, Pakistan, Usbekistan, Libya, Arab, Saudi, Jerman, Rusia, Kyrgyzstan, Tajikistan, Kazakhstan, Cina, Turki, Bangladesh, Malaysia, dan terakhir Indonesia.

"Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur tentu sepakat dan mendukung niatan pemerintah untuk membubarkan HTI. Kami juga mendesak pemerintah agar segera cepat melegalisasi pembubaran HTI  sebelum kegelisahan di masyarakat semakin meningkat. GP Ansor selalu komitmen untuk menjaga stabilitas sosial akibat dari fenomena HTI ini," tambahnya. 

"Semoga niatan baik kita semua didukung doa para ulama dan kerjasama para stakeholder terealisasi dengan optimal. HTI tidak cocok hidup di negara yang mengakui adanya nation state, demokrasi, moderatisme dan paradigma futuristik. Ya, HTI sudah ketinggalan jaman," pungkasnya. ⁠⁠⁠⁠

Recent Posts

Mitigasi El Nino, Kementan Masifkan Pendampingan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sukabumi

MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memasifkan langkah strategis dan pendampingan lapangan guna memitigasi…

9 jam yang lalu

Selvi Gibran Tinjau Coaching Clinic LPDB di Pontianak, Perkuat Akses Pembiayaan Koperasi dan UMKM

MONITOR, Jakarta — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi menghadirkan coaching clinic koperasi dalam kegiatan “Heritage in Motion:…

12 jam yang lalu

Guru Besar IPB Ungkap Ketimpangan Industri Perunggasan, Peternak Rakyat Disebut Paling Rentan Bangkrut

MONITOR, Bogor – Guru Besar IPB University, Prof. Yuli Retnani, menyoroti ketimpangan yang dinilai semakin tajam…

14 jam yang lalu

Zayed Foundation Serahkan Bantuan Sekitar USD 190.000 untuk 162 Jemaah Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed…

18 jam yang lalu

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

MONITOR, Bekasi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah…

18 jam yang lalu

Harga Telur Anjlok, Kementan Minta Segera Naik ke Rp26.500 per Kg, BGN Wajibkan Dapur MBG Serap Telur Peternak

MONITOR, Jakarta — Pemerintah bergerak cepat menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat di tengah fluktuasi…

20 jam yang lalu