Categories: NASIONAL

Kecelakaan Helikopter Basarnas, Komisi V Soroti Faktor Cuaca Pegunungan

Monitor, Semarang – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Michael Wattimena menduga kondisi cuaca menjadi penyebab kecelakaan helikopter milik Basarnas di Temanggung, Jawatengah, Minggu (2/7) lalu. 

"Kami punya dugaan bahwa penerbangan di waktu sore, dimana kondisi  cuaca ekstrem dan tidak diidentifikasi sebelumnya, menyebabkan jatuhnya helikopter itu," kata Michael saat melakukan kunjungan kerja spesifik komisi V DPR ke Kantor SAR Semarang, Jawatengah, Selasa (4/7) seperti dikutip situs resmi DPR.

Ya, kendati Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum merilis hasil investigasi terkait kecelakaan tersebut, dugaan Michael merujuk pada tidak ditemukannya catatan buruk pada sumberdaya manusia dan kondisi helikopter nahas itu.

"Kami melihat hampir tidak ada celah yang menyebabkan kecelakaan helikopter itu. Semuanya memiliki kesempurnaan dalam pelaksanaan untuk penerbangan helikopter," tuturnya.

Terlebih, lanjut Michael, helikopter tersebut juga masih terbilang baru, dimana usia penggunaannya baru tahun 2015 dan belum mencapai 600 jam terbang selama digunakan oleh Basarnas. Termasuk dari sisi SDM, juga tidak ditemukan hal-hal yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Terkait cuaca, dalam kunspek yang dipimpin ketua Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis itu, Politisi Partai Demokrat itu juga tidak menemukan faktor cuaca dalam kecelakaan tersebut. 

"Dari sisi cuaca itu juga sangat mendukung, karena laporan dari BMKG, tidak melihat adanya kecendrungan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu penerbangan helikopter tersebut," terangnya.

Namun, merujuk pada kondisi daerah pemilihannya, yakni Papua Barat yang didominasi oleh pegunungan, Michael menduga adanya cuaca ekstrem yang tak terdeteksi. Menurutnya hal tersebut lumrah terjadi di kawasan pegunungan, termasuk di lokasi jatuhnya helikopter Basarnas itu.

"Kami melihat jalur penerbangan ke Dieng. Untuk penerbangan ke daerah pegunungan ini memang memiliki kondisi ekstrem, salah satunya cuaca. Kadang bisa juga tiba-tiba muncul cuaya yang tidak bisa diidentifikasi dan diprediksi sebelumnya. Inilah yang terjadi manakala kalau terjadi penerbangan ke wilayah pegunungan," analisa Michael.

Untuk diketahui, Komisi V melakukan kunspek tersebut guna menggali informasi mengenai kecelakaan helikopter Basarnas. Hadir dalam pertemuan itu pihak Basarnas, Air Nav Indonesia cabang semarang dan Badan Meteorologi, Klimatolohi dan Geofisika (BMKG).

Recent Posts

1024 Atlet Domino Serbu Jakarta, JDT 2026 Gerakkan Ekonomi hingga Rp6 Miliar

MONITOR, Jakarta – Jakarta Domino Tournament (JDT) 2026 Series 2 tidak hanya menjadi panggung kompetisi…

3 jam yang lalu

Mengemas Pembelajaran Bermakna: Inovasi dan Kreativitas Guru Kabupaten Lebak dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam di BPMP Banten

Oleh:Wida Evilia, S.Pd.Upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional terus dilakukan melalui berbagai program penguatan kompetensi guru.…

18 jam yang lalu

Kemenag Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pesantren melanjutkan proses seleksi Bakal Calon Anggota…

1 hari yang lalu

Kementan Tegaskan Pelaku Perunggasan Komitmen Lakukan Perbaikan Harga Ayam Broiler

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…

2 hari yang lalu

HKTI Lumajang Kawal Ketat LP2B, Tegaskan Tak Boleh Ada Alih Fungsi Lahan Produktif

MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…

2 hari yang lalu

3 Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…

2 hari yang lalu