Categories: NASIONALPOLITIK

Kata Jimly soal usulan Fahri Hamzah bubarkan Komnas HAM

MONITOR, Jakarta – Ketua Pansel Calon Anggota Komnas HAM Jimly Asshiddiqie mengaku tidak setuju dengan usulan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyarankan Presiden Joko Widodo untuk membubarkan Komnas HAM. 

"Itukan hanya lontaran pendapat Fahri, nggak apa-apa," kata Jimly di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/7).

Menurutnya, meskipun dia mengakui memang terlalu banyaknya Komisi-Komisi yang ada di Indonesia, namun dia tidak sependapat bila Komnas HAM harus dibubarkan.

"Memang di bidang HAM aja ada Komnas HAM, Komnas Anak, Komnas Perempuan, Komnas Manula. Jadi memang wajar kalau ada pikiran untuk konsolidasi. Tapi institusi yang secara independen menangani human right itu penting," terang Jimly. 

Menurut Jimly, keberadaan Komnas HAM sangat penting sebagai penyeimbang yang fokus menangani masalah kesetaraan dan keadilan Hak Asasi Manusia di Indonesia.

"Kalau misalnya Komnas HAM ini agak rewel, tidak sesuai dengan harapan mainstream nggak apa-apa karena sebagai negara kita perlu cek and balance," ujar Jimly. 

Dia menjelaskan, dalam demokrasi politik, jangan semua logika itu mengikuti pikiran mayoritas, tapi malah mengabaikan keadilan, hal itu keliru. 

Dia juga mengungkapkan, dalam negara demokrasi, HAM merupakan hak yang sangat harus dihormati. Oleh karena itu, dalam konstitusi Indonesia sesudah reformasi, dijelaskan secara detail mengenai kebebasan HAM. 

"Pasal 28 A sampai J itu isinya HAM. Ini Implementasi dari sila pertama dan kedua Pancasila," terangnya. 

"Jadi kata-kata Fahri Hamzah kita ambil positifnya aja, jangan simpulkan yang lain. Jangan Mentang-mentang dia mau bubarin KPK jadi bubar juga (Komnas HAM). Dua-duanya itu kita perlukan," pungkasnya. 

Diketahui, Fahri Hamzah pernah mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk membubarkan Komnas HAM lantaran ia menilai fungsi Komnas HAM sama seperti Kementerian Hukum dan HAM.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Karhutla Bisa Diantisipasi, Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

MONITOR, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dicegah sebelum meluas, bukan baru ditangani…

3 jam yang lalu

GPK Desak Polemik Pemakzulan Gibran Diakhiri, DPR Diminta Fokus pada RUU Perampasan Aset dan Pemilu

MONITOR, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) meminta DPR dan pemerintah tidak membiarkan polemik pemakzulan…

7 jam yang lalu

Ekonomi Biru Bisa Buka 45 Juta Lapangan Kerja, Hilirisasi Jadi Kunci

MONITOR, Jakarta - Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan yang diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS…

9 jam yang lalu

Menag Apresiasi Kerja Kehumasan ASN Kemenag atas Raihan Top GPR Figure Award 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara…

14 jam yang lalu

Jasa Marga Raih Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil meraih peringkat 10 dalam ajang Danantara…

15 jam yang lalu

Mahasiswa UIN Jakarta dan UI ungkap Model Keberlanjutan Wakaf Rumah Sakit di GLOW 2026

MONITOR, Jakarta - Integrasi tata kelola syariah dan model bisnis hibrida menjadi kunci keberlanjutan wakaf…

1 hari yang lalu