Jadi Titik Kritis Kemacetan Jalur Selatan, Nagreg Perlu Perhatian Khusus

MONITOR, Bandung – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan Jalur Nagreg menjadi titik kritis di Jalur Selatan Jawa Barat sehingga jalur ini memerlukan perhatian khusus dari pihak terkait agar tidak menimbulkan masalah saat pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2017.

"(Evaluasi) Jalur Selatan Jawa Barat lebih bagus dibandingkan tahun lalu tapi memang sama seperti yang disampaikan Pak Kapolri, titik kritis itu ada di Nagreg," kata Menhub disela-sela peninjauan arus balik di Pospam Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (30/6/2017).

Ia mencontohkan saat melakukan pengecekan arus mudik dari Jakarta ke Solo melalui jalur utara membutuhkan waktu 12 jam namun ketika pengecekan Jakarta ke Solo melalui Jalur Selatan Jawa Barat (melalui Nagreg) membutuhkan waktu hingga 17 jam.

"Jadi ada perbedaan waktu tempuh hingga 5 jam. Oleh karenanya saya setuju untuk Nagreg diberikan pengamatan totalitas dan kita imbau tiga hari ini sedapat mungkin satu arah dari arah Tasikmalaya dan Garut ke Bandung," kata dia.

Sementara itu, lanjut Menhub, untuk warga dari arah Bandung yang hendak melakukan perjalanan ke Tasikmalaya dan Garut pada Sabtu (1/7) dan Minggu (2/7) agar tidak melalui jalur Nagreg namun melalui jalur alternatif.

"Dan Pak Gubernur kami minta beberapa hari atau tiga hari ke depan pedagang di pasar tumpah Jalur Selatan jangan dagang dulu karena kalau ada kecelakaan atau kejadian Brexit akan merugikan kita semua," kata dia.

Kepolisian akan memberlakukan sistem satu arah untuk kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya pada puncak arus balik Idul Fitri 1438 Hijriah/Lebaran 2017.

"Kita berlakukan manajemen lalu lintas satu jalur, ketika terjadi kepadatan maka terjadi satu jalur dari Garut, Tasikmalaya yang menuju ke arah Nagreg, ini akan membawa konsekuensi buka tutup," kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Kapolri menuturkan jika diberlakukan sistem satu arah dari Garut dan Tasikmalaya ke Nagreg maka arus lalu lintas dari Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya akan terganggu.

"Oleh karena itu, ini akan diatur secara manual oleh anggota kami yang jaga. Saya tadi instruksikan kepada kapolda dan jajarannya, wakapolda, para kapolres, kakorlantas untuk standby di sini pasukannya untuk membantu pengaturan arus lintas di sini (Nagreg)," kata dia.(Ant)

Recent Posts

Kemenhaj Periksa Bos PT TAS Akibat 120 Jemaah Gagal Berangkat dan 38 Jemaah Terkendala Kepulangan

MONITOR, Banjarmasin - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memeriksa PT TAS terkait dugaan pelanggaran penyelenggaraan perjalanan…

42 menit yang lalu

Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan…

49 menit yang lalu

Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal

MONITOR, Jakarta - Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek…

16 jam yang lalu

Prof Rokhmin Soroti Iklim Investasi Indonesia: Investor Tertekan, Industri Melemah

MONITOR - Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen per tahun. Namun, potensi tersebut…

17 jam yang lalu

Menteri UMKM: Bunga PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen Mulai September

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan suku bunga…

17 jam yang lalu

Menhaj Tegaskan Haji Nonkuota Wajib Punya Kepastian Visa, PIHK Diminta Perketat Tata Kelola

MONITOR, Malang — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menegaskan penyelenggaraan haji nonkuota…

20 jam yang lalu