EKONOMI

Lomba Burung Berkicau Dorong Ekonomi UMKM hingga Rp2 Triliun per Tahun

MONITOR, Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui efek berganda dari aktivitas komunitas hobi. Hal itu disampaikan saat membuka “Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” di lapangan parkir Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Minggu (3/5).

Kegiatan ini diinisiasi Pelestari Burung Indonesia (PBI) bekerja sama dengan Komunitas Burung Kicau Kemendag (Kemendag Bird Club). Seluruh kegiatan bersifat mandiri dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (non-APBN).

“Kalau lomba burung berkicau semakin ramai, peternak burung akan semakin banyak. Begitu juga pembuat sangkar, pabrik pakan, peternak jangkrik sebagai makanan burung, hingga penjual burung akan semakin banyak. Kami mendorong peningkatan nilai ekonomi dari berbagai komunitas hobi, salah satunya komunitas burung kicau,” kata Mendag Busan.

Mendag menegaskan burung yang dilombakan merupakan hasil ternak, bukan tangkapan liar. “Yang dilombakan bukan burung liar, tapi burung ternak. Ini bentuk ajakan untuk melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Nilai ekonomi dari perdagangan burung hias dan ekosistem di dalamnya dapat terus didorong. Di dalam negeri, perputaran ekonomi dari ekosistem burung kicau per tahunnya mencapai Rp1,7—2 triliun. Penggerak ekonomi mencakup penangkaran, produsen pakan, suplemen, aksesori, jasa pelatihan, jasa perawatan, hingga aktivitas komunitas.

Sementara itu, ekspor burung hias pada 2025 mencapai sekitar Rp12,5 miliar, naik 237,5% dibanding 2024. Hal ini menunjukkan berkembangnya permintaan burung hias asal Indonesia di pasar global.

Selain membuka lomba, Mendag Busan juga mengunjungi tenda-tenda UMKM. Sejumlah UMKM kuliner menghadirkan aneka makanan khas daerah dan berbagai minuman. Tersedia pula beragam produk pendukung bagi pencinta burung seperti kandang dan pakan berkualitas.

Ketua Umum PBI Pusat, Bagiya Rahmadi, menyampaikan aktivitas komunitas burung kicau tidak terbatas pada jual beli dan kompetisi. PBI juga bergerak di bidang pelestarian dengan membina penangkar burung. “Lomba burung bisa mengenalkan hasil produk dan dampaknya multiefek,” ungkap Bagiya.

Salah satu peserta, Ismanto, membawa murai batu medan miliknya. Ia mengapresiasi pelaksanaan lomba karena membuat hobi ini semakin dikenal dan mengangkat UMKM. “UMKM bisa makin maju. Orang-orang jadi bisa tahu ada berbagai jenis kandang buatan lokal dari Jepara, Solo, dan sebagainya,” kata Ismanto. Ia memelihara murai batu medan karena kekhasan suaranya, varian bunyi yang banyak, durasi kicauan yang panjang, serta kemampuannya menirukan suara burung lain.

Recent Posts

Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Ekspor Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Kuartal I 2026

MONITOR, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus USD 3,32 miliar pada Maret 2026. Capaian…

1 jam yang lalu

Transformasi Digital Berbuah Hasil, JMTO Raih Penghargaan Public Service Call Center CCSEA 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) yang mengelola Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC)…

2 jam yang lalu

Kemenperin–Kemenpora Sinergi Pacu Daya Saing Industri Olahraga Nasional

MONITOR, Jakarta - Industri olahraga nasional memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi yang mampu…

2 jam yang lalu

Legislator Sebut Meroketnya Harga BBM Berpengaruh ke Ketahanan Pangan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyoroti dampak kenaikan harga Bahan…

4 jam yang lalu

Pesantren Benteng Utama Lindungi Anak dari Ancaman Digital

MONITOR, Jakarta - Pesantren semakin berperan sebagai benteng utama dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman…

4 jam yang lalu

Menteri Agama: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar kembali menegaskan sikapnya bahwa tidak ada toleransi…

5 jam yang lalu