Monitor, Jakarta – Bareskrim Polri telah menetapkan Bos MNC Grup Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka atas kasus dugaan ancaman melalui pesan elektronik yang dilaporkan oleh Kepala Subdirektorat Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung Yulianto.
Penetapan tersangka Hary Tanoe disebutkan dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterbitkan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri 21 Juni 2017 lalu.
"Iya, SPDP sudah diterbitkan sebagai tersangka," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rikwanto seperti dikutip Liputan6.com, Jumat (23/6).
Dengan terbitnya SPDP, pemeriksaan pertama Hary Tanoe sebagai tersangka kasus tersebut rencananya akan dilaksanalan awal Juli ini.
"Sehabis lebaran. Awal juli ini," ucap Rikwanto.
Untuk diketahui, Yulianto memberikan laporannya ke Mabes Pori pada Kamis 28 Januari silam. Dimana Kepala Subdirektorat Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung itu mengaku mendapatkan pesan singkat bernada ancaman yang diyakini berasal dari nomor milik Hary Tanoe.
Hary Tanoe yang juga salah satu pengusaha media terbesar di Indonesia itu diduga mengancam Yulianto terkait penyidikan kasus dugaan korupsi PT Mobile 8.
MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menugaskan pengawas ketenagakerjaan berkoordinasi dan mengawal pelaksanaan kesepakatan…
MONITOR, Lebak – Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., M.H., mengajak kalangan ulama,…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…
MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…
MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…
LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…