Categories: HUKUMNASIONAL

Mendikbud Diminta Awasi Proyek LPMP Bermasalah

Monitor, Jakarta – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bertanggung jawab penuh terkait beberapa hal seperti: pemetaan mutu pendidikan, pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan, supervisi satuan pendidikan dalam pencapaian standar nasional, fasilitasi peningkatan mutu pendidikan, dan pelaksanaan kerja sama di bidang penjaminan mutu pendidikan. Tugas tersebut khusus untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Selain tugas pokok di atas, LPMP juga menjalankan beberapa kegiatan guna menunjang tugas pokoknya. Seperti Pengadaan barang (sarana dan prasarana), pembangunan gedung, sampai jasa keamanan kantor. Semua kegiatan tersebut dituangkan dalam berbagai macam proyek yang urusin Full Day School, mending mengawasi sejumlah proyek yang diduga banyak penyelewengan.

“Terkait proyek yang dilaksanakan LPMP Kemendikbud, Center for Budget Analysis (CBA) memiliki beberapa catatan. Khususnya proyek yang dijalankan selama tahun 2016,” kata Jajang melalui siaran pers yang diterima monitor di Jakarta, Senin (19/6/2017).

Adapun beberapa proyek yang LPMP yang diduga bermasalah diantaranya:

1. LPMP Sumatera Utara, proyek bermasalah tersebut kebanyakan berupa pengadaan barang seperti: pengadaan gorden, pakaian, springbed, televisi. Dari 9 proyek bermasalah ini ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp2.155.731.825.

2. LPMP Sulawesi Barat (Sulbar) juga ditemukan 9 proyek bermasalah, yang terdiri dari pengadaan laptop, server, Meubilair, peralatan dapur, serta proyek pemeliharaan. Total potensi kerugian negara di proyek LPMP Sulbar sebesar Rp364.252.800.

3. LPMP Sumatera selatan ditemukan 3 proyek bermasalah, yang terdiri dari Pekerjaan Interior dan Eksterior asrama II, Pengadaan AC, dan jasa konsultasi pembangunan ruang makan. Total potensi kerugian negara dalam tiga proyek tersebut sebesar Rp324.928.000.

4. LPMP Kalimantan Timur ditemukan 3 proyek bermasalah, yang terdiri dari pembangunan interior, pagar keliling dan Asrama. Dari ketiga proyek tersebut ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp1.492.902.000

5. LPMP Lampung ditemukan 3 Proyek bermasalah, yaitu pembangunan set interior kamar asrama mawar dan anggrek, dan pembangunan gedung asrama. Dari ketiga proyek tersebut ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp1.479.392.440

6. LPMP Aceh ditemukan 2 proyek bermasalah, yakni dalam proyek pengawasan dan pembangunan gedung aula. Dari proyek ini ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp363.659.000

7. LPMP Sulawesi Selatan, ditemukan 2 proyek bermasalah. Yakni proyek Pengadaan Meubelair dan Jasa Konsultansi Perencana Gedung Pendidikan LPMP Sulsel. Dari kedua proyek tersebut ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp141.229.510

8. LPMP Sulawesi Tengah dalam proyek Penambahan Peralatan dan Meubelair Gedung Kantor Utama dan Asrama, LPMP Kepulauan Riau (Kepri) dalam proyek Pembangunan Gedung Maintenance & Repair. Dan LPMP DKI Jakarta dalam proyek Pengadaan Jasa Keamanan Kantor. Total potensi kerugian negara dari proyek tersebut sebesar Rp186.190.520

Jajang melanjutkan, secara keseluruhan proyek yang dijalankan LPMP Kemendikbud selama tahun 2016, 34 diantaranya bermasalah. Hal tersebut disebabkan karena beberapa modus yang ditemukan seperti terdapat perusahaan yang memenangkan lebih dari satu proyek (persaingan tidak sehat). Ditambah nilai proyek yang ditetapkan terlalu mahal (dugaan mark up). Akibat hal tersebut total potensi kerugian negara dalam proyek yang dijalankan LPMP Kemendikbud selama tahun 2016 sebesar Rp6.508.286.095.

“Fakta di atas, menunjukan potensi kebocoran anggaran di tubuh Kemendikbud sangat besar. Center for Budget Analysis menyarankan kepada Muhadjir Effendy lebih baik segara melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat kepada lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang dipimpinnya, daripada sibuk dengan kebijakan Full Day School yang Cuma bikin gaduh,”tegasnya.

Recent Posts

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…

5 jam yang lalu

OASE III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Ekoteologi

MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…

5 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

1 hari yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

2 hari yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

2 hari yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

2 hari yang lalu