Monitor, Jakarta – Ada pemandangan berbeda dari Istana Negara yang mengadakan peringatan Nuzulul Qur'an, Senin (12/6). Setelah Isya dan Tarawih Maualana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menyampaikan ceramah sekitar 22 menin.
Dalam ceramah yang disampaikan dihadapan Presiden, Pimpinan lembaga Tinggi negara, menteri kabinet kerja dan para duta besar negara sahabat Maulana Habib Luthfi menyampaikan hikmah penurunan Al-Quran, sebagai panduan kehidupan sebagai umat beragama maupun warga bangsa.
"Maka, kewajiban untuk kita semua menjaga, menambah cinta kita kepada Allah dan Rasulnya, kepada keluarganya, sahabatnya, para ulama dan auliaNya. Dan saling mencintai al-mukmin akhul mukmin, almuslim akhul muslim," Kata Habib Luthfi
Dan menambah kecintaan kita kepada Bangsa dan tanah air. Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dapat memecah belah, dan mengakibatkan menurunnya kewibawaan umara’ (pemerintah), ulama’, TNI, dan POLRI. Sebab itu semua akan menurunkan kewibawaan Bangsa dan Negara.
"Semoga Allah ta’ala memberi kekuatan dzahiron wa batinan kepada Negara kita, bangsa kita, dan pemimpin kita di dalam mengemban amanah. Dan semoga dijauhkan dari cobaan serta bala’ juga fitnah. Amin Ya rabal Alamin," ungkapnya menutup ceramah singkat tersebut.
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran,…
MONITOR, Jakarta - Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) terus memperkuat transformasi digital dalam…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah mematangkan langkah strategis untuk mentransformasi asrama…
MONITOR, Jember – Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Muhammad Khozin, resmi meraih gelar doktor…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menekankan pentingnya produksi pengetahuan dari…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan memastikan pengelolaan ekosistem karbon biru nasional memegang prinsip…