Monitor, Jakarta – Anggaran Badan Penyelenggara Jaminana Sosial (BPJS) Kesehatan terus defisit dari tahun ke tahun mengakibatkan lembaga penyelenggara jaminan kesehatan nasional (JKN) ini terancam collaps. Hal ini juga membuktikan Tren pengelolaan keuangannya selalu negatif.
Menanggapi kondisi yang memprihatinkan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Andi Fauziah Pujiwatie Hatta menyebut defisit ini bisa jadi bom waktu dan mempengaruhi layanan kesehatan bagi masyarakat.
Seperti diketahui, BPJS mengalami defisit mencapai Rp 6,23 triliun pada 2015. Sementara pada 2016 sekitar Rp 8,6 triliun. Bahkan, pada 2018 diprediksi defisitnya mencapai Rp 10,05 triliun.
“Negara masih terus membantu menambal defisit dana yang tersedia di DJS (dana jaminan sosial). Seperti bom waktu, pada saatnya nanti dana di DJS tidak mencukupi lagi untuk menambal defisit yang ada,” kata Perempuan yang biasa Ichi tersebut di DPR, Selasa (30/5).
Ichi menambahkan Ketika negara tak lagi memberi bantuan, barulah akan terlihat BPJS kewalahan membiayai kebutuhan layanan kesehatan. Pemerintah diimbaunya segera memberi perhatian pada persoalan defisit tersebut.
"Kalau tidak segera dilakukan antisipasi yang menyeluruh, BPJS bisa collaps dalam perjalanan mencapai universal health coverage (UHC),” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan insan pers…
MONITOR, Jakarta - Peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Februari menjadi momentum bagi…
MONITOR, Jakarta - Selamat Hari Pers Nasional 2026! Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026…
MONITOR, Sumatera Barat - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Klinik UMKM Minang…
MONITOR, Depok - Akademisi dan peneliti hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Fathudin…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah memperketat pengawasan harga sapi hidup setelah adanya laporan di lapangan yang…